Breaking News:
BBC

All England: Dua langkah lagi juara, Kevin/Marcus: 'Menikmati satu-satu, memberikan yang terbaik di lapangan'

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berjanji akan menampilkan permainan terbaik dan menikmati pertandingan, untuk membuka peluang

Ganda putra nomor satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mengatakan akan memberikan yang terbaik dan menikmati pertandingan di laga semifinal ganda putra turnamen All England 2020 di Birmingham, Inggris, hari Sabtu (14/03).

Pada Jumat (13/03), Kevin/Marcus menang dua set langsung atas pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, 21-17 dan 21-19 dalam tempo 33 menit, kemenangan yang mengantarkan ke babak empat besar.

"Ya pasti ingin juara, tapi tak boleh memikirkan yang jauh-jauh, menikmati satu-satu, memberikan yang terbaik di lapangan," kata Marcus menjawab pertanyaan wartawan BBC News Indonesia, Mohamad Susilo.

  • Teknik bulu tangkis 'istimewa, tak ada dalam buku teks badminton' antarkan Kevin Sanjaya jadi yang terbaik di dunia
  • Tak seperti Jepang atau China, pemain bulu tangkis Indonesia dinilai 'terlalu mudah menyerah'
  • Mengapa Indonesia sulit lahirkan Susy Susanti generasi baru?

Kevin mengatakan para pemain terbaik di dunia punya kans yang sama untuk juara, kalimat yang sering ia sampaikan di banyak kesempatan.

"Kami tak mau berpikir terlalu jauh ke depan. Yang penting fokus dan jaga diri," kata Kevin.

Di semifinal yang digelar Sabtu (14/03) siang di Birmingham atau Sabtu malam WIB, Kevin/Marcus akan ditantang unggulan ketujuh dari Taiwan, Lee Yang/Wang Chi-Lin.

Mengomentari Lee/Wang, Kevin mengatakan pemain Taiwan tersebut adalah salah satu ganda putra terbaik di dunia.

"Mereka salah satu pasangan yang kuat. Mereka punya tenaga yang kencang dan power yang bagus," kata Kevin menganalisis.

Kevin/Marcus
Getty Images
Kevin/Marcus adalah juara ganda putra All Englad pada 2017 dan 2018.

"[Mereka] tak mudah dikalahkan. Yang penting kami harus siap," kata Kevin.

All England tahun lalu bukan turnamen yang mengesankan bagi Kevin/Marcus karena langsung tersingkir di babak awal, padahal pada 2018 dan 2017 mereka keluar sebagai juara.

Kini, ganda putra terbaik di dunia tersebut tentu ingin mengulang prestasi yang diraih pada 2017 dan 2018.

Bila standar permainan di babak perempat final bisa dijaga, bukan tidak mungkin ambisi itu dapat diwujudkan.

Menghadapi Aaron Chia/Soh Wooi Yik, Kevin/Marcus memperlihatkan permainan khas mereka, dengan bermain cepat, smash tajam yang dipadu pukulan menyilang dan drop shot.

Pasangan Malaysia sebenarnya tak bisa dibilang bermain buruk, bahkan unggul pada fase awal, baik di set pertama maupun kedua.

Beberapa kali, smash tajam Kevin dan Marcus bisa mereka kembalikan.

Di sisi lain, pasangan Indonesia terlihat melakukan kesalahan sendiri dan penempatan bola yang tidak akurat.

Kevin mengatakan fokus yang tidak maksimal membuat lawan langsung bisa meraih banyak poin.

Keyakinan diri dan kesiapan fisik serta mental membuat keunggulan lawan bisa dibalikkan.

Praveen/Melati juga ke semifinal

Selain Kevin/Marcus, yang juga maju ke semi-final adalah ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Ganda campuran terbaik Indonesia ini menundukkan pasangan China, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping, tiga set 15-21, 21-19, 21-19.

Praveen mengatakan kekalahan di set pertama dan ketertinggalan di set kedua karena terbawa ritme permainan lawan.

Pada posisi tertinggal 10-18 di set kedua ia meyakinkan diri sendiri dan pasangannya, Melati, bahwa kesempatan menang masih ada.

Praveen/Melati
Getty Images
Praveen: 'Sebelum lawan raih poin 21, tak ada yang tahu siapa yang akan menang.'

"Saya bilang ke Mely (panggilan Melati) sebelum [poin] 21 itu [kita] nggak ada yang tahu siapa yang menang ... jangan mau kalah dan sebelum 21 saya harus mencoba yang terbaik. Benar [memang ternyata] ada hasilnya," kata Praveen.

Di babak semifinal, Praveen/Melati -- yang diunggulkan di posisi lima -- ditantang pemain tuan rumah Inggris, Marcus Ellis/Lauren Smith.

Indonesia mengirim empat pasangan di babak perempat final namun dua pasangan lain terhenti.

Juara bertahan dan unggulan kedua Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dikalahkan pasangan ganda putra Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, dua set langsung, 21-19 21-18.

Rekor pertandingan antara kedua pasangan ini sebenarnya dipegang oleh Hendra/Ahsan. Dalam tujuh pertandingan sebelumnya, Hendra/Ahsan enam kali menang dan hanya sekali menelan kekalahan.

Namun dalam laga Jumat malam (Sabtu dini hari WIB), Endo/Watanabe bermain lugas dan tak memberi peluang bagi Hendra/Ahsan untuk mengembangkan permainan.

Yang juga gagal maju ke semifinal adalah ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, yang harus mengakui keunggulan pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.

Hafiz/Gloria kalah dua set langsung 17-21 dan 11-21.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved