Breaking News:

Virus Corona

Thailand akan Tandatangani Kontrak Pembelian Vaksin Covid-19 dengan Oxford-AstraZeneca

Thailand akan menandatangani perjanjian pembelian vaksin Covid-19 potensial miliki AstraZeneca minggu ini.

JOEL SAGET / AFP
Ilustrasi vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, diambil pada 23 November 2020. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, BANGKOK—Thailand akan menandatangani perjanjian pembelian vaksin Covid-19 potensial miliki AstraZeneca minggu ini. Kesepakatan ini adalah pengadaan vaksin virus corona pertama di negara itu.

Hal itu disampaikan Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha, pada Kamis (26/11/2020), seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia.

Pengumuman ini muncul ketika negara-negara lain di kawasan seperti Filipina bersiap untuk menandatangani kesepakatan serupa dengan AstraZeneca dan perusahaan lain untuk menjamin pasokan vaksin.

"Besok, kami akan menandatangani perjanjian lebih lanjut tentang pembelian vaksin," kata Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Bio Farma Masih Kaji Kerja Sama dengan AstraZeneca dan Pfizer Terkait Pengadaan Vaksin Covid-19

Dia mengharapkan vaksin ini akan diverifikasi dan siap digunakan pada pertengahan tahun depan.

"Tim Oxford University-AstraZeneca mengumumkan bahwa vaksin yang mereka kembangkan telah memiliki 70 persen hingga 90 persen tingkat kemanjuran atau efektivitas mencegah Covid-19," kata Prayut.

“Kondisi penyimpanan suhu vaksin antara 2-8 derajat Celcius juga membuatnya cocok untuk negara ini,” katanya.

Kabinet Thailand sebelumnya menyetujui anggaran 6 miliar baht (198 juta dolar AS) untuk pembelian 26 juta dosis untuk imunisasi 13 juta orang.

Baca juga: Selain Efektif, PM Inggris Klaim Harga Vaksin AstraZenecca Terjangkau

Ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara telah menjaga total kasus virus corona pada angka terendah 3.942 kasus, dengan 60 kasus kematian.

Sebagian besar kasus baru virus corona di Thailand dalam beberapa bulan terakhir adalah kasus impor. (Reuters/Channel News Asia)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved