Breaking News:

Pilpres Amerika Serikat

Isyaratkan Bakal Tinggalkan Gedung Putih, Trump: Kami Seperti di Negara Dunia Ketiga

Donald Trump mengatakan bahwa ia 'pasti' akan mengosongkan Ruang Oval jika Electoral College memverifikasi kemenangan pesaingnya dari Partai Demokrat,

Instagram @joebiden @realdonaldtrump
Joe Biden Bersiap Masuk Gedung Putih, Donald Trump Sibuk dengan Gugatan Hukumnya 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa ia 'pasti' akan mengosongkan Ruang Oval jika Electoral College memverifikasi kemenangan pesaingnya dari Partai Demokrat, Joe Biden dalam Pemilu AS 2020.

Namun ia masih menolak untuk mengakui kemenangan Biden, karena ia dan tim kampanyenya masih meyakini adanya penipuan yang meluas dalam Pemilihan Presiden AS.

"Ini akan menjadi hal yang sangat sulit untuk mengakuinya, karena kami tahu ada penipuan besar-besaran," kata Trump di Gedung Putih pada hari Kamis kemarin.

Kendati menilai Electoral College 'salah' jika mengesahkan kemenangan Biden, namun ia akan menerima keputusan itu.

Dikutip dari laman Russia Today, Jumat (27/11/2020), saat ditanya apakah ia kebobolan dalam Pilpres kali ini, Trump menampiknya.

"Tidak, saya sama sekali tidak bisa mengatakan itu, hanya setuju untuk mengakui kekalahan setelah pemenang (Pilpres AS 2020) secara resmi disertifikasi," jelas Trump.

Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan setelah berpartisipasi dalam telekonferensi Thanksgiving dengan anggota Militer Amerika Serikat, di Gedung Putih di Washington, DC, pada 26 November 2020.
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan setelah berpartisipasi dalam telekonferensi Thanksgiving dengan anggota Militer Amerika Serikat, di Gedung Putih di Washington, DC, pada 26 November 2020. (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP)

Namun terkait hasil pemilu tersebut, ia masih meyakini bahwa telah terjadi kecurangan pada kontestasi kali ini.

Baca juga: Trump Akhirnya Buka Suara Soal Pemilu, Akan Tinggalkan Gedung Putih Meski Sulit: Ada Penipuan Besar

Padahal menurutnya, AS tidak pernah mengalami kecurangan dalam tiap Pemilu.

Bahkan ia menganggap dirinya sedang berada di negara dunia ketiga, di mana kecurangan kerap terjadi pada Pemilu.

"Ini adalah penipuan besar-besaran, ini seharusnya tidak pernah terjadi di negara ini, kami seperti negara dunia ketiga," tegas Trump.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved