Polisi Paris Pukuli Pria Kulit Hitam dan Semprot Gas Air Mata tanpa Alasan Jelas

Aparat polisi Paris dikabarkan memukuli pria kulit hitam dan melempar gas air mata untuk melawannya, tanpa alasan jelas.

Editor: Gigih
(KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO)
Ilustrasi. Aparat polisi Paris dikabarkan memukuli pria kulit hitam dan melempar gas air mata untuk melawannya, tanpa alasan jelas. 

TRIBUNNEWS.COM - Aparat polisi Paris dikabarkan memukuli pria kulit hitam dan melempar gas air mata untuk melawannya, tanpa alasan jelas.

Menanggapi insiden tak menyenangkan ini, Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanuin memerintahkan petugas polisi Paris ditangguhkan tak lama setelah video kejadian tersebut tersebar luas.

Video yang diunggah situs berita Prancis Loopsider pada Kamis (26/11/2020) menunjukkan produser musik yang diidentifikasi sebagai Michael.

Loopsider melaporkan, dalam video terlihat tiga petugas polisi mengikuti Michael ke studio musiknya setelah melihatnya berjalan tanpa mengenakan masker.

Baca juga: Jelang Libur Natal & Tahun Baru, Prancis Longgarkan Lockdown dan Buka Pusat Perbelanjaan

Baca juga: Presiden Prancis akan Longgarkan Kebijakan Lockdown Saat Liburan Natal

Ilustrasi. Aparat polisi Paris dikabarkan memukuli pria kulit hitam dan melempar gas air mata untuk melawannya, tanpa alasan jelas.
Ilustrasi. Aparat polisi Paris dikabarkan memukuli pria kulit hitam dan melempar gas air mata untuk melawannya, tanpa alasan jelas. ((KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO))

Video yang dipublikasikan, baik dari kamera keamanan di dalam studio musik mau pun yang diunggah tetangga menunjukkan, petugas polisi berulang kali meninju dan memukuli Michael dengan pentungan.

Mengutip Al Jazeera, para petugas polisi kemudian pergi dan memanggil bala bantuan lalu melemparkan gas air mata ke dalam studio.

Menurut Loopsider, gas air mata itu dilempar ke dalam studio musik agar orang-orang di dalamnya keluar dari ruangan.

Sembilan orang lainnya yang merekam musik di ruang bawah tanah studio juga dipukuli.

Michel mengatakan kepada Loopsider, bahwa petugas berulang kali melontarkan hinaan rasis padanya, dan dia ditahan selama 48 jam.

Darmanin menggunggah cuitan, bahwa badan yang menyelidiki tuduhan pelanggaran polisi, Inspektorat Jenderal Kepolisian Nasional, yang dikenal dengan singkatan bahasa Prancis IGPN, sedang menyelidiki kasus tersebut.

"Saya ingin proses disipliner dipimpin secepat mungkin," ucap Darmanin.

Baca juga: Pemenggalan Kepala Guru Prancis: 15 Orang Ditahan, Termasuk 4 Siswa Sekolah

Penyelidikan Kasus Kekerasan

Kantor kejaksaan Paris juga sedang menyelidiki tindakan polisi tersebut.

Pada Kamis ini, kantor kejaksaan mengatakan, mereka telah membatalkan persidangan terhadap Michel yang dibuka pada hari penangkapannya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved