Breaking News:

Pilpres Amerika Serikat

Hari Ini, Presiden Terpilih AS Joe Biden akan Terima Arahan Pertama dari Intelijen

Presiden terpilih dalam Pemilu Amerika Serikat (AS) 2020 Joe Biden akan menerima pengarahan pertamanya dari intelijen

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP
File foto yang diambil pada tanggal 28 Juli 2020 calon presiden dari Partai Demokrat AS dan mantan Wakil Presiden Joe Biden tersenyum saat ia berbicara selama acara kampanye di William "Hicks" Anderson Community Center di Wilmington, Delaware. Donald Trump akhirnya menyerah dan mengakui kekalahannya namun masih yakin menang bila sejumlah gugatannya diterima. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Presiden terpilih dalam Pemilu Amerika Serikat (AS) 2020 Joe Biden akan menerima pengarahan pertamanya dari intelijen presiden pada hari Senin waktu setempat.

Hal ini dilakukan karena Presiden AS saat ini Donald Trump menasihati Kepala Administrasi Layanan Umum (GSA) Emily Murphy dan timnya untuk melakukan apa yang perlu dilakukan terkait protokol awal.

Ia telah memberi lampu hijau pada proses transisi pemerintahan.

Baca juga: Joe Biden Alami Retak Tulang Tipis pada Kaki setelah Terjatuh saat Bermain dengan Anjingnya

Baca juga: Jadi Pengikut Trump, Dimana Bolsonaro Akan Berdiri Jika Biden Pimpin AS?

Baca juga: Donald Trump Dikabarkan Akan Gelar Kampanye Pilpres 2024 di Hari yang Sama saat Joe Biden Dilantik

Meskipun dirinya menolak untuk menyerah dan menuduh partainya Biden, yakni Demokrat 'mencurangi' kontestasi itu.

Dikutip dari laman Sputnik News, Senin (30/11/2020), pengarahan harian presiden ini merupakan bagian dari laporan harian mengenai ancaman dan perkembangan intelijen yang dikumpulkan oleh komunitas keamanan nasional untuk kepemimpinan AS.

Sebelumnya, tim transisi Joe Biden dan Kamala Harris mengeluh bahwa Biden tidak menerima laporan intelijen harian, padahal sebagai presiden terpilih, mantan Wakil Presiden AS itu telah melakukan percakapan telepon dengan beberapa pemimpin dunia.

Seperti yang disampaikan ajudan masa transisinya, yang kini menjadi Sekretaris Pers Biden, Jen Psaki.

Psaki mengatakan bahwa Biden dan Harris menginginkan adanya akses untuk ikut dalam pengarahan tersebut, sehingga mereka dapat 'bersiap untuk memerintah'.

Sementara itu, Kantor Direktur Intelijen Nasional AS menjelaskan bahwa mereka tidak akan menghubungi tim transisi Biden sampai GSA memastikan Biden sebagai calon presiden terpilih.

Perlu diketahui, pada hari Selasa lalu, Gedung Putih telah memberikan persetujuan kepada Biden untuk mendapatkan laporan intelijen harian presiden sebagai bagian dari proses transfer kekuasaan, yang disahkan oleh GSA.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved