Breaking News:

Iran Mulai Prosesi Pemakaman Ilmuwan Nuklir yang Terbunuh

Fakhrizadeh, yang lama dicurigai oleh pemerintah Barat dan Israel mendalangi program rahasia senjata nuklir Iran, disergap di jalan raya dekat Teheran

KEMENTERIAN PERTAHANAN IRAN / AFP
Foto yang disediakan oleh Kementerian Pertahanan Iran pada Senin 30 November 2020 menunjukkan anggota pasukan Iran membawa peti mati ilmuwan nuklir terkemuka Mohsen Fakhrizadeh selama upacara pemakamannya di ibu kota Iran, Teheran. Dengan pemakaman yang layak untuk "martir" terbesar Republik Islam, Teheran memberikan penghormatan terakhir kepada seorang ilmuwan yang tewas dalam pembunuhan yang disalahkan atas Israel, dan berjanji untuk melanjutkan pekerjaannya. Dalam sebuah dokumen yang bocor, klaim seorang jurnalis Iran, terungkap detail rinci dan rumit pembunuhan ilmuwan nuklir ini, dengan melibatkan 62 orang, 12 di antaranya adalah pembunuh yang memberondongkan peluruh ke mobil Fakhrizadeh, dan 2 sniper. 

 Namun Iran belum memberikan bukti secara langsung kepada dunia tentang tuduhan mereka terhadap Israel.

 Fakhrizadeh merupakan pejabat tingkat tinggi kedua Iran yang terbunuh pada 2020.

 Sebelumnya, pada Januari lalu, Komandan Pasukan Pengawal Revolusi Quds Qasem Soleimani dibunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad, Irak, selama momen kunjungannya untuk meredakan ketegangan antara Iran dan Arab Saudi.

 Iran menanggapi pembunuhan Soleimani dengan serangan balasan yakni meluncurkan lebih dari selusin rudal balistik di dua pangkalan AS di Irak.

 Serangan balasan Iran ini pun menyebabkan lebih dari 100 tentara AS mengalami cedera otak traumatis.

 Dituding membunuh Fakhrizadeh, pejabat Israel belum memberikan tanggapan secara terbuka.

 Namun, pada hari Sabtu lalu, seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa dunia harus 'berterima kasih kepada Israel' karena telah melenyapkan Ilmuwan itu.

 Hal itu karena Fakhrizadeh dianggap menimbulkan 'ancaman' bagi komunitas internasional melalui 'karyanya' mengacu pada program nuklir Iran.

 Iran pun telah berulang kali menampik klaim AS dan Israel tentang dugaan aktivitas terkait senjata nuklir.

 Negara di Timur Tengah itu menegaskan program nuklirnya benar-benar bersifat sipil.

 Iran bahkan mengkritik AS dan Israel karena mencoba memberikan 'kuliah' kepada Iran tentang non-proliferasi nuklir, sementara mereka sendiri memiliki senjata nuklir, bahkan menggunakannya. 

Hingga kini, Badan Energi Atom Internasional tidak menemukan satupun bukti yang dapat diyakini berkaitan dengan program senjata nuklir Iran.

 Pembunuhan Fakhrizadeh bukan merupakan pembunuhan pertama seorang Ilmuwan nuklir Iran yang ditudingkan pada Israel dan badan-badan intelijen Barat.

 Menurut penyelidikan yang dilakukan Sputnik baru-baru ini, setidaknya tujuh Ilmuwan nuklir Iran telah menjadi sasaran serangan antara tahun 2007 hingga 2020.

 Beberapa diantaranya ditudingkan pada Dinas Rahasia Israel atau Mossad, sementara serangan lainnya dituduhkan pada badan intelijen AS yakniCIA dan badan intelijen Inggris yakni MI6.(Reuters/ Sputnik)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved