Breaking News:

Virus Corona

Putin Perintahkan Vaksinasi Covid-19 Skala Besar Dimulai Pekan Depan di Rusia

Presiden Vladimir Putin memerintahkan program vaksinasi Covid-19 secara sukarela dalam skala besar di mulai minggu depan di seluruh Rusia.

HANDOUT / RUSSIAN DIRECT INVESTMENT FUND / AFP
Foto yang diambil pada 6 Agustus 2020 dan disediakan oleh Dana Investasi Langsung Rusia ini memperlihatkan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Institut Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya. 

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW – Presiden Vladimir Putin memerintahkan agar program vaksinasi  virus corona (Covid-19) secara sukarela dalam skala besar dimulai minggu depan di seluruh Rusia.

Putin mengatakan guru dan dokter akan menjadi prioritas pertama untuk mendapatkan vaksin Sputnik V, vaksin unggulan buatan Rusia.

Putin memberikan perintah itu dalam pertemuan virtual dengan para menteri pada  Rabu (2/12/2020) waktu setempat.

"Mari kita sepakat tentang ini - Anda tidak akan melaporkan kepada saya minggu depan, tetapi Anda akan memulai vaksinasi skala besar ... Mari kita mulai bekerja," kata Putin kepada Wakil Perdana Menteri Tatiana Golikova, seperti dilansir Reuters, Kamis (3/12/2020).

"Saya mengerti, Anda menggunakan bahasa yang sangat hati-hati dan itu benar bahwa kita berhati-hati. Tapi saya tahu industri dan jaringan (kesehatan) secara umum siap. Mari kita ambil langkah pertama ini."

Baca juga: Ekspor Gandum Rusia Diprediksi Dekati Rekor Tertinggi Sejak 2017-2018

Baca juga: Vaksin Covid-19 Rusia Sputnik V Dibanderol Rp 300 Ribu dan Gratis untuk Warga Negara

Putin mengatakan Rusia akan menghasilkan 2 juta dosis vaksin dalam beberapa hari ke depan.

Sputnik V, satu dari dua vaksin buatan Rusia telah menerima persetujuan regulasi domestik sejauh ini, meskipun uji klinis tahap ketiga belum selesai.

Dibutuhkan dua suntikan agar vaksin ini ampun mencegah Covid-19.

Rusia mengatakan bulan lalu, vaksin Sputnik 92% efektif melindungi orang-orang dari Covid-19, menurut hasil sementara.

“Rusia telah memvaksinasi lebih dari 100.000 orang yang berisiko tinggi,” kata Menteri Kesehatan Mikhail Murashko dalam presentasi terpisah kepada PBB tentang Sputnik V.

Baca juga: Kanada Siap Akhiri Uji Kandidat Vaksin Covid-19 dari Pfizer dan BioNTech

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved