Breaking News:

Amerika Serikat Blokir Impor Kapas dari Wilayah China karena Laporan Sistem Kerja Paksa

Pemerintah Donald Trump pada Rabu (2/12/2020) mengumumkan AS memblokir impor kapas yang diduga diproduksi dengan sistem kerja paksa dari Xinjiang.

CNN
Seorang petani memanen kapas pada 10 Oktober 2020, di Hami, Daerah Otonomi Xinjiang Uygur, China - Amerika Serikat Blokir Impor Kapas dari Wilayah China karena Laporan Sistem Kerja Paksa 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Donald Trump pada Rabu (2/12/2020) mengumumkan Amerika Serikat (AS) memblokir impor kapas yang diduga diproduksi dengan sistem kerja paksa dari wilayah Xinjiang, China barat.

Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (Customs and Border Protection/CBP) akan menahan pengiriman kapas dan produk kapas yang bersal dari Korps Produksi dan Konstruksi Xinjiang tersebut.

Untuk diketahui, Korps Produksi dan Konstruksi Xinjiang adalah produsen kapas utama di wilayah itu.

'Pabrik' tersebut merupakan rumah bagi sekitar 11 juta orang Uyghur, minoritas etnis yang mayoritas Muslim.

CNN melaporkan, ini adalah pesanan/perintah keenam baru-baru ini yang memblokir produk semacam itu dari wilayah Xinjiang, China.

Baca juga: Jadi Tahanan Rumah, CFO Huawei Negosiasi dengan AS Soal Izin Kembali ke China

Baca juga: Senin Ambil Material di Bulan, Rabu Malam Pesawat Luar Angkasa Tanpa Awak China Mendarat di Bumi

Seorang petani memanen kapas pada 10 Oktober 2020, di Hami, Daerah Otonomi Xinjiang Uygur, China.
Seorang petani memanen kapas pada 10 Oktober 2020, di Hami, Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur, China. (CNN)

Pada Juli 2020 kemarin, AS mengeluarkan peringatan tentang risiko kerja paksa di Xinjiang.

"Pemerintah China terus melakukan kampanye penindasan yang menargetkan orang-orang Uyghurdan kelompok etnis dan agama minoritas lainnya," kata CBP.

"Label 'made in China' bukan hanya tentang negara asal. Ini adalah label peringatan," kata Ken Cuccinelli, pejabat senior Departemen Keamanan Dalam Negeri yang menjalankan tugas wakil sekretaris, dalam konferensi pers, Rabu.

Baca juga: POPULER Internasional: Pria Dikurung Ibunya selama 28 Tahun , Ketidaksesuaian Data Covid-19 di China

11 Juta Orang Uyghur di Xinjiang

Departemen Luar Negeri memperkirakan lebih dari 1 juta orang Uyghur, serta anggota kelompok minoritas Muslim lainnya, telah ditahan di jaringan kamp interniran yang luas di Xinjiang.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved