Breaking News:

Asisten Profesor Ijima Melihat Budaya Jepang Dalam Anime Sangat Disukai Asia Eropa

Budaya Jepang yang masuk ke dalam film animasi sangatlah disukai masyarakat Asia dan Eropa, ketimbang warga Amerika yang suka lebih agak modern.

Richard Susilo
Yuka Ijima PhD, Assistant Professor, Fakultas Sosiologi Universitas Daito Bunka 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Budaya Jepang yang masuk ke dalam film animasi sangatlah disukai masyarakat Asia dan Eropa, ketimbang warga Amerika yang suka lebih agak modern.

"Film animasi Jepang yang kental akan budaya Jepang, tampaknya jadi kunci mengapa banyak disukai di Asia dan Eropa karena masyarakatnya memang suka budaya "wa" budaya Jepang yang banyak muncul di film animasi Jepang selama ini," papar Yuka Ijima PhD (50), Assistant Professor, Fakultas Sosiologi Universitas Daito Bunka  khusus kepada Tribunnews.com Selasa ini (22/12/2020).

Sedangkan Amerika yang terkenal dengan Disney nya dan sudah mendunia pula nampakmnya memang merupakan gaya kesukaan warga Amerika dalam melihat film animasi yang seolah lebih melihat hal-hal yang lebih modern, langsung dan tidak kental dengan budaya halus seperti yang terlihat pada budaya Jepang.

"Kalau di Jepang film Disney dan atraksi Disneyland lebih disukai mayoritas kalangan wanita karena mungkin banyak diselingi oleh lagu. Sedangkan lelaki Jepang biasanya lebih melihat realitas yang ada bukan dibelai dengan nyanyian, meskipun wanita juga sebenarnya sangat realistis sih," paparnya lagi.

Kimetsuno Yaiba film anime Jepang yang lagi top saat ini di Jepang dengan penjualan sejak 16 Oktober 2020 bernilai  288,5 juta yen itu memang menjadi idola banyak orang saat ini.

Sementara Spirited Away karya Hayao Miyazaki sejak 20 Juli 2001 tetap menduduki peringkat pertama dengan nilai penjualan 308 miliar yen.

Film animasi Jepang ketiga terbesar adalah Your Name produksi Toho Group dengan nilai penjualan 250,3 juta yen.

Kemudian Howl's Moving Castle karya Hayao Miyazaki dengan nilai penjualan 196 juta yen.

Selanjutnya Princess Mononoke dengan nilai penjualan 193 juta yen, dan Bayside Shakedown 2 dengan penjualan 173,5 juta yen.

Halaman
123
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved