Breaking News:

Kaleidoskop 2020

Kaleidoskop Internasional Juli 2020: Longsor di Pertambangan Myanmar, Hagia Sophia Dijadikan Masjid

Sejumlah peristiwa besar terjadi di berbagai belahan dunia pada bulan Juli 2020. Misalnya tanah longsor yang terjadi di pertambangan di Myanmar

Kolase Tribunnews
Kaleidoskop Internasional Juli 2020: Longsor di Pertambangan Myanmar, Hagia Sophia Dijadikan Masjid 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah peristiwa besar terjadi di berbagai belahan dunia pada bulan Juli 2020.

Selain jumlah kasus konfirmasi Covid-19 yang terus meningkat, bencana terjadi di beberapa negara.

Misalnya tanah longsor yang terjadi di pertambangan di Myanmar dan banjir di China.

Di bulan Juli ini pula, museum Hagia Sophia di Istanbul diubah menjadi masjid oleh presiden Turki Recep Tayyip Erdo─čan.

Dirangkum Tribunnews dari berbagai sumber, inilah peristiwa-peristiwa penting dunia yang terjadi di bulan Juli 2020.

Baca juga: Kaleidoskop Internasional Mei 2020: Pakistan International Airlines Jatuh dan Kematian George Floyd

Baca juga: Kaleidoskop Internasional Juni 2020: SpaceX Luncurkan 60 Satelit, Covid-19 hingga Gempa Meksiko

1. Longsor di Pertambangan Giok di Myanmar

Relawan membawa jenazah seorang penambang untuk dimakamkan di kuburan massal, menyusul tanah longsor yang mematikan di daerah tempat orang-orang bekerja di tambang batu giok, dekat Hpakant di negara bagian Kachin pada 4 Juli 2020.
Relawan membawa jenazah seorang penambang untuk dimakamkan di kuburan massal, menyusul tanah longsor yang mematikan di daerah tempat orang-orang bekerja di tambang batu giok, dekat Hpakant di negara bagian Kachin pada 4 Juli 2020. (Ye Aung THU / AFP)

Setidaknya 162 orang meninggal dunia akibat tanah longsor di pertambangan giok di area Hpakant, Kachin, Myanmar pada 2 Juli 2020.

Dilansir BBC.com, departemen pemadam kebakaran negara itu mengatakan dalam sebuah posting Facebook (dalam bahasa Burma) bahwa para penambang batu giok itu terperangkap oleh gelombang lumpur, yang melanda setelah hujan lebat.

Dikatakan bahwa pada 19:15 waktu setempat, 162 mayat ditemukan dan 54 orang terluka dibawa ke rumah sakit.

Menteri Urusan Sosial Negara Bagian Kachin, Dashi La Seng, memberikan keterangan kepada BBC Burma: "Tiba-tiba ... lumpur yang besar bersama dengan air hujan mengalir ke dalam lubang. Itu seperti tsunami."

Halaman
1234
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved