Breaking News:

Donald Trump Tawarkan Bantuan Keuangan Miliaran Dolar Jika Indonesia Jalin Hubungan dengan Israel 

Amerika Serikat (AS) menawarkan bantuan keuangan miliaran dolar AS kepada Indonesia, jika menjalin hubungan dengan Israel.

MANDEL NGAN / AFP
Presiden AS Donald Trump setelah menyampaikan update tentang "Operation Warp Speed" di Rose Garden Gedung Putih di Washington, DC pada 13 November 2020. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, YERUSALEM -- Amerika Serikat (AS) menawarkan bantuan keuangan miliaran dolar AS kepada Indonesia, jika menjalin hubungan dengan Israel.

Tawaran ini datang dari Presiden AS Donald Trump yang tengah memediasi negara-negara Muslim untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

“Korporasi Pembangunan Keuangan Internasional AS (DFC), lembaga pemerintah yang berinvestasi di luar negeri, dapat lebih dari dua kali lipat dari portofolio  1 miliar dolar AS saat ini jika Indonesia mengembangkan hubungan dengan Israel,” ujar Chief Executive Officer (CEO) DFC Adam Boehler dalam sebuah wawancara pada Senin (21/12/2020) di Hotel King David di Yerusalem, sebagaimana dilansir Bloomberg, Rabu (23/12/2020).

Baca juga: Indonesia–Turki Tegaskan Komitmen Untuk Terus Dukung Palestina

"Kami sedang berbicara dengan mereka tentang hal itu," kata Boehler.

"Jika mereka siap, jika mereka siap, mereka melakukannya, maka kami akan dengan senang hati bahkan mendukung secara finansial lebih daripada apa yang kami lakukan," ucap Boehler.

Boehler mengatakan dia tidak akan terkejut jika pendanaan organisasinya ke Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, ditambah "satu atau dua miliar dolar  (AS) lagi."

Para pemimpin Amerika dan Israel mengatakan mereka mengharapkan lebih banyak negara akan bergabung dalam gelombang perjanjian normalisasi dengan Israel yang diumumkan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko.

Baca juga: Pimpinan DPR: Jika Masalah Palestina Belum Tuntas, Normalisasi RI dengan Israel Tak Ada Maknanya

AS juga berharap Oman dan Arab Saudi akan bergabung, meskipun Boehler mengatakan pendanaan DFC ke kedua negara itu akan dibatasi karena organisasi itu tidak diizinkan untuk berinvestasi langsung di negara-negara berpenghasilan tinggi.

Boehler berada di Israel sebagai bagian dari delegasi bersama dengan menantu Trump dan penasihat senior Jared Kushner.

Berikutnya di Maroko, Boehler mengatakan dia akan mengumumkan pembukaan cabang Afrika Utara pertama Prosper Africa, sebuah inisiatif untuk meningkatkan bisnis antara AS dan Afrika.

Dia juga mengatakan agensinya kemungkinan akan menjadi bagian dari sindikat utang untuk membantu membiayai penjualan Israel atas pelabuhan terbesarnya di kota utara Haifa. Perusahaan Amerika dan perusahaan Emirat telah menunjukkan minat pada tender, dan Boehler mengatakan dia akan melihat tawaran yang melibatkan Amerika atau sekutu seperti UEA.(Bloomberg)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved