Rabu, 13 Mei 2026

Irak Tuntut Pasukan AS Mundur pada Saat Peringatan Setahun Kematian Qassem Soleimani

Mereka juga membawa spanduk dengan slogan-slogan bertuliskan tuntutan penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Irak.

Tayang:
AHMAD AL-RUBAYE / AFP
Demonstran Irak mengangkat bendera dan plakat ketika mereka berunjuk rasa di alun-alun Tahrir di ibu kota Baghdad pada 3 Januari 2021, untuk menandai satu tahun setelah serangan pesawat tak berawak AS menewaskan komandan terhormat Iran Qasem Soleimani dan letnan Iraknya Abu Mahdi al-Muhandis di dekat ibu kota. Ribuan pelayat Irak meneriakkan "balas dendam" dan "tidak untuk Amerika", satu tahun setelah serangan AS yang menewaskan Soleimani dan al-Muhandis dan membawa Washington dan Teheran ke ambang perang pada awal 2020, sebuah peringatan yang juga ditandai dalam beberapa waktu terakhir. hari di seluruh Iran dan oleh pendukung di Suriah, Lebanon, Yaman dan tempat lain. 

TRIBUNNEWS.COM - Peringatan kematian Jenderal Qassem Soleimani dan Komandan Abu Mahdi al-Muhandis ditandai dengan berkumpulnya ribuan orang turun ke jalan menuju Lapangan Tahrir sejak Minggu pagi (3/1/2021)

Massa terlihat mengangkat poster Qassem Soleimani dan Al-Muhandis serta bendera Irak.

Mereka juga membawa spanduk dengan slogan-slogan bertuliskan tuntutan penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Irak.

Kelompok yang memenuhi jalan itu pun menyerukan pembalasan atas pembunuhan tokoh terkenal tersebut.

Baca juga: Peringatan Kematian Mayjen Qasem Soleimani, Iran Kembali Kutuk Perbuatan AS

Baca juga: AS dan Iran Saling Tuduh Tingkatkan Aktivitas Militer Jelang Peringatan Tewasnya Qassem Soleimani

Demonstran Irak mengangkat bendera dan plakat ketika mereka berunjuk rasa di alun-alun Tahrir di ibu kota Baghdad pada 3 Januari 2021, untuk menandai satu tahun setelah serangan pesawat tak berawak AS menewaskan komandan terhormat Iran Qasem Soleimani dan letnan Iraknya Abu Mahdi al-Muhandis di dekat ibu kota. Ribuan pelayat Irak meneriakkan
Demonstran Irak mengangkat bendera dan plakat ketika mereka berunjuk rasa di alun-alun Tahrir di ibu kota Baghdad pada 3 Januari 2021, untuk menandai satu tahun setelah serangan pesawat tak berawak AS menewaskan komandan terhormat Iran Qasem Soleimani dan letnan Iraknya Abu Mahdi al-Muhandis di dekat ibu kota. Ribuan pelayat Irak meneriakkan "balas dendam" dan "tidak untuk Amerika", satu tahun setelah serangan AS yang menewaskan Soleimani dan al-Muhandis dan membawa Washington dan Teheran ke ambang perang pada awal 2020, sebuah peringatan yang juga ditandai dalam beberapa waktu terakhir. hari di seluruh Iran dan oleh pendukung di Suriah, Lebanon, Yaman dan tempat lain. (AHMAD AL-RUBAYE / AFP)

Koresponden Al Jazeera, Charles Statford melaporkan, massa menuntut semua pasukan AS yang tersisa di Irak ditarik secara segera dan cepat.

"Mereka juga menuntut kelanjutan dari jenis retorika panas yang telah kita dengan sebelum peringatan pembunuhan Pemimpin Pengawal Revolusi, Qassem Soleimani."

"Mereka menuntut dan menjanjikan balas dendam," tutur Statdford.

Peringatan kematian Qassem Soleimani telah dimulai sejak Sabtu malam (2/1/2021) ketika ribuan massa berpakaian hitam berkumpul di dekat Bandara Internasional Baghdad.

Poster berukuran raksasa Qassem Soleimani dan Al-Muhandis digantung di atas alun-alun.

Pada akhir 2019 lalu, lokasi tersebut menjadi pusat protes besar anti-pemerintah.

Di tengah ketegangan, warga Irak dan banyak orang di kawasan yang lebih luas mengawasi tanda-tanda peningkatan tekanan, sebelum Presiden AS Donald Trump meninggalkan Gedung Putih pada 20 Januari 2021 mendatang.

Baca juga: PM Jepang Janji Vaksinasi Dimulai Paling Lambat Akhir Februari 2021

AS dan Iran Saling Tuduh Tingkatkan Aktivitas Militer Jelang Peringatan Tewasnya Qassem Soleimani

Sebelumnya diberitakan, AS dan Iran saling tuduh meningkatkan ketegangan di Teluk Persia karena kekhawatiran ada potensi konflik yang muncul beberapa hari sebelum peringatan satu tahun kematian Jenderal Qassem Soleimani.

Pada Kamis (31/12/2020), Iran meminta Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan AS melakukan peningkatan "petualangan militer" di Teluk dan Laut Oman, termasuk mengirim pembom berkemampuan nuklir ke wilayah tersebut.

Mengutip CNN, Iran pun menyatakan, mereka tidak menginginkan konflik tetapi akan membela diri jika perlu.

Awal pekan ini, pejabat pertahanan mengatakan kepada CNN,  pihak intelijen menunjukkan Iran telah memindahkan rudal balistik jarak pendek ke Irak.

Baca juga: Poster Qassem Soleimani Picu Kontroversi di Jalur Gaza

Baca juga: Soal Peringatan Kematian Qassem Soleimani, Iran Sebut Trump Cari Alasan untuk Menyerang

Seorang pejuang Irak dari unit paramiliter Hashed al Shaabi (Mobilisasi Populer) berjalan melewati poster yang menggambarkan komandan Irak Abu Mahdi al-Muhandis dan komandan Pengawal Revolusi Iran Qasem Soleimani (atas), di ibu kota Baghdad pada 30 Desember 2020, sebelum ulang tahun pertama pembunuhan mereka dalam serangan pesawat tak berawak AS.
Seorang pejuang Irak dari unit paramiliter Hashed al Shaabi (Mobilisasi Populer) berjalan melewati poster yang menggambarkan komandan Irak Abu Mahdi al-Muhandis dan komandan Pengawal Revolusi Iran Qasem Soleimani (atas), di ibu kota Baghdad pada 30 Desember 2020, sebelum ulang tahun pertama pembunuhan mereka dalam serangan pesawat tak berawak AS. (AHMAD AL-RUBAYE / AFP)

Aktivitas militer yang semakin cepat ini juga diimbangi dengan retorika.

Presiden Donald Trump, yang dilaporkan meminta opsi militer untuk menangani Iran pada November 2020 , men-tweet minggu lalu, dia akan "meminta pertanggungjawaban Iran" jika ada orang Amerika yang terbunuh.

Media Israel memperkuat laporan surat kabar Arab yang mengutip sumber AS yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan, Israel dan Arab Saudi sedang melobi Trump untuk menyerang fasilitas nuklir Iran sebelum dia meninggalkan kantor.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

 
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved