Selasa, 19 Mei 2026

Pasca Brexit, Wisatawan Inggris Dilarang Masuk Belanda

Petugas polisi perbatasan Belanda dilaporkan telah menolak 10 warga negara Inggris sejak 1 Januari 2021, setelah Inggris secara resmi meninggalkan UE.

Tayang:
ANNE-SOPHIE NIVAL/HANS LUCAS/HANS LUCAS MELALUI AFP
Foto Amsterdam Airport. Petugas polisi perbatasan Belanda dilaporkan telah menolak 10 warga negara Inggris sejak 1 Januari 2021, setelah Inggris secara resmi meninggalkan UE. 

TRIBUNNEWS.COM - Pasca keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE) atau dikenal dengan Brexit, wisatawan Inggris dilarang masuk ke Belanda.

Mengutip Independent, petugas polisi perbatasan Belanda dilaporkan telah menolak 10 warga negara Inggris sejak 1 Januari 2021, setelah Inggris secara resmi meninggalkan UE.

Pedoman penanganan virus corona juga menekankan bagi pelancong yang datang dari negara non-UE hanya akan diizinkan masuk ke Belanda untuk alasan penting dan bukan perjalanan rekreasi.

"Mereka semua memiliki tes PCR negatif," kata Juru bicara pihak kepolisian perbatasan soal 10 orang Inggris yang ditolak masuk itu.

Baca juga: Brexit: Stanley Johnson, Ayah PM Inggris Boris Johnson Ajukan Permohonan Kewarganegaraan Prancis

Baca juga: Kesepakatan Brexit Bikin Biaya Tur Membengkak, Musisi Inggris dan Uni Eropa Terancam Batalkan Konser

Foto Amsterdam Airport
Foto Amsterdam Airport. Petugas polisi perbatasan Belanda dilaporkan telah menolak 10 warga negara Inggris sejak 1 Januari 2021, setelah Inggris secara resmi meninggalkan UE.

"Tetapi, (mereka) melupakan aturan dasar bahwa mereka harus memiliki alasan yang mendesak untuk berkunjung, seperti masalah pekerjaan atau keluarga," tegasnya.

"Beberapa dari mereka ingin mengunjungi Amsterdam dan seorang pria ingin terbang ke Spanyo melalui Amsterdam untuk mengajari anaknya bermain ski," paparnya.

Menurut Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris, Pemerintah Belanda mengumumkan bahwa mulai 1 Januari 2021, warga negara non-UE/EEA dan warga negara non-Schengen, termasuk warga negara Inggris, “tidak akan diizinkan masuk ke Belanda untuk tujuan yang tidak penting karena untuk pembatasan Covid-19 di seluruh UE.”

Namun, tindakan tersebut tidak berlaku untuk warga negara Inggris yang secara resmi tinggal di Belanda.

Orang-orang ini akan diizinkan masuk kembali ke negara itu, asalkan mereka menunjukkan bukti tempat tinggal.

Baca juga: Brexit: Inggris Kejar Perjanjian Dagang dengan Asia Tenggara dan Pasifik

Baca juga: Uni Eropa: Masa Transisi Brexit Inggris Belum Akan Selesai di Desember 2020

Aturan Berubah setelah Inggris Tinggalkan UE

Sebelum Inggris secara resmi meninggalkan Uni Eropa, warga Inggris diizinkan memasuki Belanda dengan bebas selama mereka memiliki hasil tes PCR negatif.

"Mulai pukul 00:01 (CET) pada Rabu 23 Desember, Pemerintah Belanda akan mengizinkan penumpang dari Inggris dengan tes COVID-19 negatif untuk melakukan perjalanan ke Belanda," terang nasihat pemerintah sebelumnya.

“Tes (yang berlaku) harus tidak lebih dari 72 jam dan harus ditunjukkan sebelum perjalanan," tegasnya.

Ini bukan satu-satunya negara tempat pelancong Inggris mengalami kesulitan pasca-Brexit.

Pada akhir pekan pertama sejak fase transisi Brexit berakhir, penduduk Inggris di Spanyol yang ingin kembali ke rumah mereka ditolak secara keliru oleh staf British Airways di Heathrow saat mereka bersiap untuk terbang pulang.

Dengan berakhirnya transisi, pemegang paspor Inggris tidak lagi diberikan akses otomatis ke Uni Eropa.

Selain itu, Spanyol pun memberlakukan aturan yang keras untuk mencoba meminimalkan penyebaran virus corona.

Hanya warga negara Spanyol dan penduduk resmi Spanyol yang diizinkan naik penerbangan dari Inggris hingga 19 Januari.

Tetapi penumpang yang memesan beberapa penerbangan British Airways mengatakan bahwa mereka secara salah telah ditolak naik di Terminal 5 Heathrow.

Seorang pelancong, James Elliot, men-tweet: “Saya dipesan di BA482 terbang ke Barcelona, ​​Spanyol hari ini".

“Saya memiliki semua dokumen yang benar termasuk paspor Inggris, kartu penduduk hijau, tes Covid negatif dan ditolak oleh manajer check-in. Mencoba menjelaskan bahwa kartu hijau berarti saya penduduk Spanyol tetapi diberitahu oleh dua staf BA bahwa itu bukan,” terangnya.

"Di masa-masa sulit dan belum pernah terjadi sebelumnya dengan pembatasan perjalanan yang dinamis, kami melakukan segala yang kami bisa untuk membantu dan mendukung pelanggan kami," terang juru bicara BA.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved