Breaking News:

Pilpres Amerika Serikat

Diduga akan ada Aksi, 15 Ribu Pasukan Garda Nasional Amankan Pelantikan Presiden Terpilih Joe Biden

Lebih dari10.000 pasukan Garda Nasional diterjunkan ke Washington DC untuk membantu mengamankan daerah itu menjelang pelantikan Presiden terpilih

AFP/Spencer Platt
Pasukan Garda Nasional dan petugas kepolisian Washington DC menahan dan menghalau para demonstran agar menjauh dari Gedung Kongres US Capitol di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021) waktu setempat. Ribuan pendukung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melakukan aksi demonstrasi dengan menyerbu dan menduduki Gedung Capitol untuk menolak pengesahan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden atas Presiden Donald Trump dalam Pemilu Amerika 2020 lalu. Mereka menduduki Gedung Capitol setelah sebelumnya memecahkan jendela dan bentrok dengan polisi. AFP/Getty Images/Spencer Platt 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Lebih dari10.000 pasukan Garda Nasional diterjunkan ke Washington DC untuk membantu mengamankan daerah itu menjelang pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

Keputusan oleh Menteri Angkatan Darat AS Ryan McCarthy datang karena FBI telah memperingatkan akan adanya aksi unjuk rasa bersenjata yang direncanakan di Washington menjelang pelantikan 20 Januari 2021.

Reuters melaporkan, Rabu (13/1/2021), Garda Nasional telah diberi wewenang untuk mengirim hingga 15.000 pasukan ke Washington, dan wisatawan telah dilarang mengunjungi Monumen Washington hingga 24 Januari mendatang.

Kepala Biro Garda Nasional, Jenderal Daniel Hokanson, mengatakan kepada wartawan pada Senin bahwa sekitar 10.000 pasukan sudah berada di Washington untuk membantu memberikan keamanan, logistik, dan komunikasi.

Baca juga: Ivanka Trump Sebut Perusuh di Capitol AS sebagai Patriot Amerika

Lembaga penegak hukum AS mengamankan upacara pengambilan sumpah dan pelantikan presiden menyusul kerusuhan Capitol pekan lalu.

Peningkatan pengalaman terus dilakukan aparat keamanan AS menjelang pelantikan Biden, setelah sempat terjadi penyerangan gedung parlemen pada pekan lalu.

Para aparat keamanan AS yang disiagakan dilengkapi dengan senjata lengkap dalam menjalankan tugas pengamanannya. (Reuters)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved