Breaking News:

Pertahankan Suku Bunga Rendah, Bank Sentral Amerika Bikin Pelaku Pasar Kalem

Pernyataan Chairman Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (Fed) Jerome Powell terkait suku bunga menimbulkan harapan bagi pelaku pasar.

zoom-inlihat foto Pertahankan Suku Bunga Rendah, Bank Sentral Amerika Bikin Pelaku Pasar Kalem
Ilustrasi suku bunga Bank Indonesia

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernyataan Chairman Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (Fed) Jerome Powell terkait suku bunga menimbulkan harapan bagi pelaku pasar. 

Powell menegaskan komitmennya untuk mempertahankan suku bunga rendah di masa mendatang, bahkan saat dia menyatakan adanya harapan untuk pemulihan ekonomi yang kuat. 

Pengamat pasar modal Hans Kwee menilai keputusan dari Bank Sentral Negeri Paman Sam itu membuat pelaku pasar tenang atau kalem. 

"Hal ini menenangkan pasar karena beberapa saat sebelumnya beberapa pejabat Fed telah memperingatkan bahwa inflasi bisa naik lebih cepat dari yang diperkirakan bank sentral," ujarnya, Minggu (17/1/2021). 

Baca juga: Duit Anggaran Mash Bejibun, Joe Biden Rencanakan Stimulus Lanjutan di Februari, Ini yang Dicemaskan

Hans menjelaskan, risiko naiknya inflasi  mungkin memaksa penghapusan beberapa akomodasi kebijakan lebih cepat dari perkiraan anggota The Federal Open Market Committee (FOMC). 

Sementara, dia menambahkan, saat ini suku bunga acuan Fed hampir nol dan masih membeli obligasi setidaknya senilai 120 miliar dolar AS setiap bulan. 

"Bila ekonomi AS pulih lebih cepat akibat stimulus fiskal yang agresif diperkirakan akhir tahun Fed sangat mungkin melakukan pengurangan pembelian obligasi di pasar," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved