Breaking News:

Pilpres Amerika Serikat

Penjualan Senjata Meningkat Jelang Pelantikan Presiden AS Joe Biden

Sekelompok demonstran berkumpul di depan gedung DPRD beberapa negara bagian pada Minggu (17/1/2021).

Via Kompas TV
Seorang aktivis Black Lives Matter berjaga di depan Gedung Capitol, Washington pada Minggu (17/1/2021) menyusul kabar akan terjadi protes bersenjata menjelang pelantikan Joe Biden. (Sumber: Apnews.com) 

"Dalam koordinasi dengan Paspampres dan FBI, mereka mengecek semua personel yang masuk," kata Hokanson saat ditanya CBS News.

Kantor berita AFP melaporkan, sebagian besar wilayah Washington DC kini menyerupai benteng zona perang.

Banyak daerah pusat kota yang ditutup, pagar kawat berduri dibentangkan, dan sekitar 25.000 tentara Garda Nasional dikerahkan ke ibu kota AS tersebut.

Garda nasional 33
Pasukan Garda Nasional.

Dalam sepucuk surat baru-baru ini kepada semua tentara AS, Kepala Staf Gabungan berkata ke para anggotanya, bahwa kerusuhan 6 Januari tidak sejalan dengan aturan hukum.

Ia menambahkan, tentara harus menegakkan nilai-nilai dan cita-cita bangsa.

Kendaraan lapis baja dicuri

Sebuah kendaraan lapis baja dicuri dari fasilitas Garda Nasional di pinggiran Los Angeles, beberapa hari sebelum pelantikan Joe Biden.

FBI lalu menawarkan hadiah 10.000 dollar AS (Rp 141 juta) bagi siapa pun yang menemukan Humvee militer seharga 120.000 dollar AS (Rp 1,7 miliar) tersebut.

Kendaraan kamuflase hijau yang dicuri itu memiliki 4 pintu, berplat nomor 4OBSBHQ6.

Nomor administrasi Humvee WV57TO-HQ06/M1165A1 dan nomor registrasinya adalah NZ311R.

FBI juga memperingatkan bahwa mencuri fasilitas militer akan mendapat hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Batalkan Sejumlah Keputusan Trump

Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan menyampaikan seruan persatuan nasional ketika dia dilantik pada Rabu (20/1/2021).

Biden juga dan merencanakan langkah segera untuk memerangi pandemi virus corona dan membatalkan sejumlah kebijakan Presiden Donald Trump yang paling kontroversial

Hal itu disampaikan Kepala Stafnya, Ron Klain pada Minggu (17/1/2021) waktu setempat seperti dilansir Associated Press (AP).

Biden berniat melakukan serangkaian tindakan kebijakan di jam-jam pertamanya sebagai presiden setelah pelantikannya.

“Biden akan mengambil “salvo pembuka” dalam 10 hari masa kerjanya untuk mengorientasikan kembali negara tanpa menunggu Kongres,” kata Ron Klain.

Klain mengatakan kepada CNN "State of the Union," dalam pidato perdananya kepada bangsa, Biden akan menyampaikan "pesan untuk membawa negara ini kepada kemajuan. Sebuah pesan persatuan.

Sebuah pesan untuk menyelesaikan sesuatu."

Biden akan mengakhiri pembatasan Trump pada imigrasi ke AS dari beberapa negara mayoritas Muslim, bergerak untuk bergabung kembali dengan kesepatan iklim Paris dan mengamanatkan pemakaian masker.

“Hal itu adalah di antara sekitar selusin tindakan kebijakam yang akan dilakukan Biden pada hari pertamanya di Gedung Putih,” ujar Klain.

Tindakan lain termasuk memperpanjang jeda pembayaran pinjaman dan tindakan yang dimaksudkan untuk mencegah penggusuran dan penyitaan bagi mereka yang berjuang selama pandemi.

 "Tindakan eksekutif ini akan memberikan bantuan kepada jutaan orang Amerika yang berjuang dalam menghadapi krisis ini," kata Klain.

"Presiden terpilih Biden akan mengambil tindakan - bukan hanya untuk membalikkan kerusakan paling berat dari pemerintahan Trump - tetapi juga untuk mulai menggerakkan negara kita ke depan."

“Menyediakan jalur kewarganegaraan bagi jutaan imigran di AS secara ilegal akan menjadi bagian dari agenda Biden,” jelasnya.

Pada  Kamis (21/1/2021), hari kedua presiden baru menjabat, Biden akan menandatangani perintah terkait wabah Covid-19 yang bertujuan membuka kembali sekolah dan bisnis serta memperluas pengujian virus, menurut Klain.

 Hari berikutnya, Jumat (22/1/2021), Biden akan mengambil kebijakan memberikan bantuan ekonomi kepada mereka yang menderita masalah ekonomi selama pandemi.

Pada minggu berikutnya, kata Klain, Biden akan mengambil tindakan tambahan yang berkaitan dengan reformasi peradilan pidana, perubahan iklim dan imigrasi - termasuk arahan untuk mempercepat menyatukan kembali keluarga yang dipisahkan di perbatasan AS-Meksiko di bawah kebijakan Trump.(AP)

Sumber: Kompas TV/Kompas.com

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved