Breaking News:

Ketika PM Jepang Salah Ucap Nama Kota Saat Sampaikan Pidato Kebijakan Pemerintah di Sidang Parlemen

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga tampak tegang saat penyampaian pidato kebijakan pemerintah di sidang umum parlemen Jepang ke-204.

Foto Asahi
PM Jepang Yoshihide Suga saat menyampaikan pidato kebijakannya di sidang parlemen ke-204, Senin (18/1/2021). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga tampak tegang saat penyampaian pidato kebijakan pemerintah di sidang umum parlemen Jepang ke-204, Senin (18/1/2021).

Akibatnya PM Suga salah ucap. Seharusnya Kota Fukuoka yang masuk masuk dalam Deklarasi Darurat Covid-19 tapi dia menyebut Shizuoka.

"PM Jepang tampak tegang sekali saat pertama kali berbicara resmi pada pembukaan sidang umum parlemen ke-204 yang juga dihadiri Kaisar Jepang kemarin, sampai salah ucap fatal," ungkap sumber Tribunnews.com, seorang politisi Jepang, Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Kaisar Naruhito Berharap Parlemen Jepang Suarakan Aspirasi Rakyat

"PM Jepang sebenarnya ingin menyebutkan nama Kota Fukuoka yang masuk ke dalam Deklarasi Darurat (PSBB) di masa pandemi ini. Ternyata dia menyebut nama Kota Shizuoka dan itu tidak segera diralatnya sehingga kalangan hadirin termasuk pers agak ribut juga kemarin," ujar politisi ini.

Perdana Menteri tidak ke luar dari asrama Dewan Perwakilan Rakyat di Akasaka, Tokyo pada tanggal 17 Januari untuk mempersiapkan pidatonya buat kemarin.

Pada pagi hari tanggal 18 Januari, ketika ditanya bagaimana dia menghabiskan waktunya, dia berkata, "Saya melafalkan semua itu, seperti pidato kebijakan yang akan saya sampaikan," dan mengungkapkan bahwa dia telah bersiap untuk itu.

Baca juga: Curi Ratusan Buah Pir di Perkebunan, Dua Warga Negara Vietnam Ditangkap Polisi Jepang

Namun ternyata seorang eksekutif partai yang mendengarkan pidato tersebut membocorkan, "Tadi dia tidak menyampaikannya dengan baik kemarin saat membacakan pidatonya. Mungkin karena tegang dia."

Dukungan terhadap PM Suga terus melorot saat ini sekitar 30 persen dan jumlah yang tidak mendukungnya sudah mencapai 40 persen.

Jatuhnya dukungan kepada PM Suga karena dianggap tidak punya kepemimpinan dalam menjalankan tugasnya terutama menghadapi pandemi corona.

Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved