Breaking News:

Puluhan Joki Balap Kuda, Pelatih dan Kerabatnya di Jepang Gelapkan Pajak 300 Juta Yen

Sekitar 20 joki kuda balap, pelatih, dan kerabat mereka dari Pacuan Kuda Kasamatsu memiliki pendapatan total lebih dari 300 juta yen yang digelapkan.

Foto Asahi
Lokasi Pacuan Kuda Kasamatsudi Prefektur Gifu, Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sekitar 20 joki kuda balap, pelatih, dan kerabat mereka dari Pacuan Kuda Kasamatsu (Kota Kasamatsu, Prefektur Gifu) memiliki pendapatan total lebih dari 300 juta yen yang digelapkan.

Hal ini diketahui setelah mereka menjalani pemeriksaan pajak oleh Biro Pajak Nasional Nagoya sebagai hasil taruhannya di balapan kuda.

"Mereka membeli tiket taruhan disembunyikan berdasarkan informasi orang dalam, dan keuntungan dari penjualan kuda pacuan tidak dilaporkan ke pajak," papar sumber Tribunnews.com, Selasa (19/1/2021).

UU yang ada di Jepang melarang keras penunggang kuda balap beserta staf dan keluarganya untuk ikut taruhan di lokasi balapan kuda di mana pun di Jepang.

Di Pacuan Kuda Kasamatsu, pada Juni tahun lalu, tiga penunggang kuda dan satu pelatih diselidiki secara paksa oleh Polisi Prefektur Gifu karena dicurigai melanggar Undang-Undang Pacuan Kuda (membeli tiket taruhan).

Lokasi Pacuan Kuda Kasamatsudi Prefektur Gifu, Jepang.
Lokasi Pacuan Kuda Kasamatsudi Prefektur Gifu, Jepang. (Foto Asahi)

Penyelidikan pajak menimbulkan kecurigaan bahwa banyak orang, termasuk empat pensiunan, telah menyalahgunakan informasi orang dalam untuk mendapatkan keuntungan.

Menurut beberapa pejabat pacuan kuda Kasamatsu, informasi seperti "kuda yang populer tetapi kali ini kaki saya sakit" dan "Saya berencana untuk lari tetapi hidung saya berdarah" dibagikan kepada sekelompok pengendara kuda balap dan pelatihnya.

Baca juga: Ketika PM Jepang Salah Ucap Nama Kota Saat Sampaikan Pidato Kebijakan Pemerintah di Sidang Parlemen

Orang internal kuda balap tersebut berulang kali membeli tiket taruhan dengan rekening bank atas nama orang lain.

Undang-undang Pacuan Kuda melarang penunggang kuda balap dan pelatih milik pacuan kuda lokal untuk membeli tiket taruhan untuk pacuan kuda lokal di seluruh tempat di Jepang.

"Saya terkadang merugi, tetapi tidak ada tahun ketika saldonya negatif. Jadi memang untung terus. Saya tidak melaporkan keuntungan," kata seorang mantan pelatih berusia 36 tahun yang disebutkan menyembunyikan penghasilannya lebih dari 10 juta yen.

Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved