Breaking News:

Kubu Pendukung Kerajaan Thailand Bentuk Partai Politik untuk Bela Raja

Warong mengatakan partai oposisi terkemuka, dan kelompok Gerakan Progresif terkait akan menjadi saingan politik partainya.

Krit Phromsakla Na SAKOLNAKORN / THAI NEWS PIX / AFP
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn (kanan) memimpin upacara membajak kerajaan tahunan di dekat Istana Raja di Bangkok pada 9 Mei 2019. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah kelompok ultra royalis di Thailand meluncurkan partai politik baru untuk membela Raja Maha Vajiralongkorn, Rabu (20/1/2021), di tengah seruan reformasi monarki oleh gerakan protes yang dipimpin para pemuda.

Partai "Thai Pakdee" (Loyal Thai) adalah cabang dari kelompok royalis dengan nama yang sama yang dibentuk Agustus lalu untuk melawan demonstrasi jalanan dengan unjuk rasa untuk mendukung raja, mengutip Reuters, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Thailand Akan Penjarakan Warganya yang Sebar Hoaks soal Vaksin Covid-19 di Medsos

Politisi veteran Warong Dechgitvigrom akan memimpin partai baru, yang katanya akan melawan kelompok politik yang niat sebenarnya adalah untuk menggulingkan monarki.

"Sebelum kami membela ... hari ini kami menyatakan perang, kami akan berjuang untuk melindungi monarki," kata Warong dalam konferensi pers.

Baca juga: Thailand Akan Penjarakan Warganya yang Sebar Hoaks soal Vaksin Covid-19 di Medsos

Para pemimpin gerakan protes telah membantah tuduhan bahwa menggulingkan monarki adalah tujuan mereka.

Mereka berulang kali mengatakan bahwa mereka hanya ingin membuat institusi tersebut lebih kompatibel dengan demokrasi.

Warong mengatakan partai oposisi terkemuka, dan kelompok Gerakan Progresif terkait akan menjadi saingan politik partainya.

Termasuk kelompok gerakan pemuda yang ia sebut "massa tiga jari", mengacu pada penghormatan "Permainan Kelaparan" yang mereka gunakan dalam kampanye mereka, menjadi saingan politik partainya.

Dalam sebuah pernyataan, Warong mengatakan partainya tidak mendapat dukungan dari kelompok atau bisnis tertentu dan akan membela rakyat.

Baca juga: Yamaha Holdings Jepang akan Restrukturisasi 8 Anak Perusahaan

Dia tidak menyebutkan nama anggota lain, tetapi mengatakan bahwa komisi pemilihan telah diberitahu tentang pembentukannya dan pengurus akan segera dipilih.

Politisi progresif Piyabutr Saengkanokkul memperingatkan, bagaimanapun, bahwa partai baru itu berisiko mengasosiasikan monarki dengan politik dalam negeri.

“Pembentukan partai yang mengadvokasi perlindungan monarki, baik dengan niat baik atau untuk menghancurkan pihak lain, hanya bisa membawa monarki ke ranah politik,” kata Piyabutr di akun Twitter resminya.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved