Breaking News:

Penanganan Covid

Hasil Penelitian di Jepang: Efektivitas Masker Kain Paling Baik

Penelitian dilakukan terhadap lima macam maskeryaitu masker sebagian kain, masker kain, masker dari bahan uretan, masker face shield, dan mouse shield

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Hasil penelitian perbedaan berbagai model bentuk masker mengenai efektivitasnya menghadapi virus Corona dari Universitas Teknologi Toyohashi Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Menurut data penelitian bersama dari kelompok penelitian Institut Penelitian Fisik dan Kimia dan Universitas Teknologi Toyohashi yang dilakukan Oktober 2020, dilaporkan baru-baru ini bahwa memakai masker dapat mengurangi sekitar 80 persen droplets yang dihasilkan oleh bersin (sneezing) atau batuk.

"Terlepas dari evolusi ilmu pengetahuan, tindakan penanggulangan penyakit menular di zaman modern ini pada dasarnya sama dengan saat wabah influenza terjadi di zaman Taisho. Mungkin tidak banyak berubah di masa depan. Selain itu, jika Anda memakai masker dengan performa tinggi, bukan berarti Anda 100 persen aman dan tidak akan terinfeksi," papar Yukiko Iida, peneliti masker Pusat Manajemen Lingkungan Co, Ltd.

Penelitian dilakukan terhadap lima macam masker di Jepang yaitu masker sebagian kain, masker kain, masker dari bahan uretan (urethane), masker face shield, dan masker mouth shield.

Baca juga: Polda Kalsel Distribusikan Bantuan Sembako dan Masker dari Polda Kalteng untuk Korban Banjir

Dari kelima jenis masker itu, yang terbaik bisa menahan droplets hanya masker kain dan masker sebagian kain.

Masker kain antara 18 sampai 34 persen droplets ke luar. Sedangkan masker sebagian kain 20 persen yang ke luar.

Artinya orang lain tidak akan tercemar (80 persen) oleh droplets saat bicara sehingga risiko terinfeksi rendah.

Sedangkan masker uretan, masker face shield, dan masker mouse shield daya tahannya droplet di atas 50 persen. Yang artinya lawan bicara punya risiko tinggi tercemar saat kita bicara.

Menurut Iida virus berpindah dari orang ke orang melalui tempat-tempat yang sering disentuh orang, seperti gagang pintu dan tombol elevator, selain tetesan yang keluar saat diremas.

Baca juga: Menentang Perintah Awak pesawat Tak Mau Pakai Masker, Warga Jepang Ini Ditangkap Polisi

"Namun, meskipun virus mengenai tangan Anda, virus tidak akan berkembang kecuali Anda menyentuh selaput lendir seperti hidung, mulut, dan mata dengan tangan Anda," kata dia.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved