Breaking News:

Penanganan Covid

Deklarasi Darurat Covid-19 10 Wilayah di Jepang Diperpanjang Hingga 7 Maret 2021, Kecuali Tochigi

Deklarasi darurat Covid-19 Jepang diperpanjang hingga 7 Maret 2021 kecuali wilayah Tochigi karena tingkat infeksi penyebaran virus corona masih tinggi

Richard Susilo
Menteri Kesehatan Katsunobu Kato (64) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Deklarasi darurat Covid-19 Jepang (PSBB) diperpanjang hingga 7 Maret 2021 kecuali wilayah Tochigi karena tingkat infeksi penyebaran virus corona masih tinggi hingga saat ini.

"Kita perlu berhati-hati untuk sementara waktu. Jumlah orang yang terinfeksi menurun, tetap masih banyak, tetapi kami menyadari bahwa kami perlu waspada untuk sementara waktu, jadi kami akan berkonsultasi dengan Dewan Penasihat hari ini untuk membuat keputusan," ungkap Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato (64), Selasa (2/2/2021).

"Penanganan permintaan pengurangan waktu ke restoran juga akan dibahas dalam langkah-langkah pencegahan infeksi secara keseluruhan, dan langkah-langkah dukungan yang diperlukan termasuk biaya kerja sama dan pembayaran sekaligus akan dipertimbangkan. Melanjutkan dukungan yang diperlukan sambil mendengarkan pendapat dari partai yang berkuasa," jelas Kato.

Namun dari 11 wilayah yang terkena PSBB di Jepang hanya Tochigi saja yang dibebaskan mulai 7 Februari mendatang.

Suasana saat latihan vaksinasi dilakukan di Kawasaki Kanagawa Jepang Rabu ini (27/1/2021), pertama kali di Jepang.
Suasana saat latihan vaksinasi dilakukan di Kawasaki Kanagawa Jepang Rabu ini (27/1/2021), pertama kali di Jepang. (Foto Richard Susilo)

Sementara wilayah lainnya diperpanjang hingga 7 Maret 2021.

Selain perpanjangan PSBB di Jepang, berbagai bantuan akan diumumkan oleh PM Jepang Yoshihide Suga malam ini.

Baca juga: Yasuharu Inoue, CEO Yasu Project Jepang akan Bicara Blak-blakan Alasannya Menciptakan Mobil Masjid

Baca juga: Lowongan Kerja Sebagai Perawat di Jepang Bergaji Rp 160 Juta Dipertanyakan

Terkait penanganan proyek "Go To Travel" akibat perpanjangan keadaan darurat, Menteri Pertanahan, Prasarana, Transportasi, dan Pariwisata Kazuyoshi Akaba mengatakan bahwa program GTT tersebut kemungkinan besar juga akan ditunda lagi sampai dengan berakhirnya PSBB di Jepang.

Sementara itu malam ini pemilik dan pembuat mobil masjid Jepang, CEO Yasu Project akan berbicara dengan para WNI di Jepang lewat zoom gratis. Pendaftaran disertai foto Zairyu Card ke: bbb@jepang.com dengan subject: BBB

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved