Breaking News:

Virus Corona

Filipina Tengah Negosiasi 178 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Pemerintah Filipina tengah menegosiasikan ketersediaan 178 dosis vaksin Covid-19 untuk diberikan kepada 92 juta orang penduduknya.

AFP Photo
Presiden Filipina Rodrigo Duterte menegaskan tidak akan mengizinkan sekolah dibuka bila vaksin Covid-19 belum ditemukan. 

TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Filipina tengah menegosiasikan ketersediaan 178 dosis vaksin Covid-19 untuk diberikan kepada 92 juta orang penduduknya.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte berjanji untuk menjaga ekonomi tetap bertahan di tengah pandemi saat pemerintahan berlomba untuk mengamankan vaksin yang cukup untuk sebagian besar populasi orang dewasa.

"Kami tenggelam semakin dalam," kata Duterte dalam pengarahan langsung pada Senin malam (1/2/2021) seperti yang dilaporkan Blomberg.

"Kami mencoba yang terbaik untuk membuat kami tetap bertahan,” lanjutnya.

Menteri Keuangan Carlos Dominguez dalam pengarahan yang sama menyatakan produk domestik bruto Filipina menyusut 9,5 persen pada 2020, angka  terbesar sejak 1946.

Filipina, yang memiliki jumlah infeksi virus korona tertinggi kedua di kawasan Asia Tenggara, sedang menegosiasikan 178 juta dosis vaksin virus korona, cukup untuk menyuntik 92 juta orang.

“Jumlah tersebut lebih dari target 148 juta dosis tahun ini karena memperhitungkan penundaan pengiriman pesanan,” kata Dominguez.

Ia menyatakan bahwa Pemerintah Filipina telah mendapatkan dana sebesar US $ 1,4 miliar (S $ 1,86 miliar) dari lembaga multilateral.

Baca juga: China Ungkap Jaringan Vaksin Covid-19 Palsu, Sita 3.000 Dosis, Vaksin Dibuat dengan Larutan Garam

“Sekitar 3 juta dosis akan tiba pada Februari dan sebagian besar pada kuartal ketiga dan keempat,” kata Dr Carlito Galvez, yang memimpin program vaksinasi.

Pemerintah Filipina menargetkan untuk menandatangani lebih banyak kesepakatan pasokan di bulan ini setelah menandatangani lembar persyaratan dengan lima produsen untuk mengunci sekitar 108 juta dosis.

“China dapat mulai mengirimkan vaksin Sinovac Biotech Ltd yang akan disumbangkan ke Filipina setelah Food and Drug Administration menyetujui aplikasi pabrik untuk penggunaan darurat,” kata Dr Galvez.

Pemerintah Filipina akan memprioritaskan vaksinasi kepada petugas kesehatan dan personel berseragam pada kuartal pertama.

Frontliner ekonomi seperti pengemudi dan personel layanan makanan akan diprioritaskan untuk dilakukan vaksinasi pada kuartal kedua.

Filipina sendiri mencatat lebih dari 520.000 kasus virus korona pada 1 Februari, terbanyak kedua di Asia Tenggara setelah Indonesia.
 

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved