Breaking News:

Penanganan Covid

Jelang Vaksinasi di Jepang, Produksi Alat Suntik dan Box Freezer Naik 3 Kali Lipat

Pabrik JMS yang berada di Tokyo itu memproduksi alat suntik yang 1 ml dan 2,5 ml yang biasa dipakai untuk menyuntikkan vaksinasi influenza.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Alat suntikan yang diproduksi pabrik Jepang JMS CO.,LTD. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Menjelang program vaksinasi massal di Jepang akhir Februari ini, berbagai perusahaan Jepang terkait vaksinasi baik alat suntik maupun box freezer produksinya meningkat sekitar 3 kali lipat dibandingkan tahun lalu.

"Kita sibuk sekali saat ini. Produksi alat suntik naik 3 kali lipat dibandingkan tahun lalu untuk persiapkan vaksinasi mendatang," papar Shigeru Nozu Kepala Pabrik No.3 JMS Co.,Ltd, Senin (1/2/2021).

Pabrik JMS yang berada di Tokyo itu memproduksi alat suntik yang 1 ml dan 2,5 ml yang biasa dipakai untuk menyuntikkan vaksinasi influenza.

"Alat suntik yang sama yang kami produksi saat ini dan pesanannya memang melimpah ruah saat ini," tambahnya.

Perlunya banyak alat suntik tersebut karena biasanya sekali pakai langsung buang.

Lalu yang baru dipakai kembali dan satu botol vaksin biasanya bisa digunakan untuk enam orang.

Baca juga: Yasuharu Inoue, CEO Yasu Project Jepang akan Bicara Blak-blakan Alasannya Menciptakan Mobil Masjid

Baca juga: Imbas Covid-19, Selama Setahun 842 Chef Restoran di Jepang Berhenti Bekerja

"Distribusi kepada 100 lokasi yang ada di Jepang sehingga dari sistem distribusi kini Jepang sangat sibuk sekali menjelang vaksinasi," lanjutnya.

Selain suntikan, kotak (box) freezer untuk membawa vaksin Pfizer yang harus berada di bawah (minus) 70 derajat celcius juga sedang sibuk diproduksi besar-besaran di Jepang.

Sebuah perusahaan di Yokohama Kanagawa bernama Ebac saat ini melipatgandakan produksinya 3 kali lipat karena permintaan sangat banyak untuk vaksinasi anti virus corona.

"Permintaan naik 3 kali lipat dan mendistribusikan satu hari sejak kemarin selama seminggu harus sedikitnya ke 100 lokasi rumah sakit, klinik dan berbagai tempat yang akan melakukan vaksinasi anti corona," ungkap Sasaki dari Ebac Co.Ltd, Selasa (2/2/2021).

Para anggota pasukan beladiri Jepang (SDF) yang tiba di Miyakojima Okinawa, Minggu (31/1/2021).
Para anggota pasukan beladiri Jepang (SDF) yang tiba di Miyakojima Okinawa, Minggu (31/1/2021). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Produksi Ebac sendiri dengan kemampuan freezer sampai minus 80 derajat celcius.

Persiapan tempat vaksinasi misalnya di Ebina Kanagawa juga sangat sibuk dan menemukan beberapa masalah.

"Lokasi sudah ada dan baik. Namun kemudian kita menemukan masalah tempat colokan listrik untuk box freezer vaksin. Kemudian juga UPS supaya kalau mati lampu mendadak freezer bisa tetap menyala dengan baik. Kalau suhunya tidak sampai minus 70 derajat celcius, vaksin akan rusak, repot semua kita nanti," papar Moriyama, seorang staf Pemda Ebina, Selasa (2/2/2021).

Sementara itu bagi WNI yang ingin di vaksin di Jepang dapat dikoordinasikan kepada Forum BBB yang akan membantu vaksinasi WNI di Jepang nantinya. Silakan email: bbb@jepang.com dengan subject: Vaksinasi

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved