Breaking News:

Krisis Myanmar

Keberadaan Aung San Suu Kyi Masih Misteri Pasca 24 Jam Ditangkap, AS Serukan Sanksi pada Jenderal

Amerika Serikat menyerukan sanksi kepada para jenderal Myanmar karena menahan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi serta melakukan kudeta militer.

Lillian SUWANRUMPHA / AFP
Seorang migran Myanmar memegang poster dengan gambar Kepala Jenderal Senior Min Aung Hlaing, panglima angkatan bersenjata Myanmar, saat mereka mengambil bagian dalam demonstrasi di luar kedutaan Myanmar di Bangkok pada 1 Februari 2021, setelah itu. Militer Myanmar menahan pemimpin de facto negara itu Aung San Suu Kyi dan presiden negara itu dalam kudeta. 

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat menyerukan sanksi kepada para jenderal Myanmar karena menahan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi serta melakukan kudeta militer.

Menurut laporan Reuters, sampai Selasa (2/2/2021) belum ada kabar keberadaan Aung San Suu Kyi setelah 24 jam dijemput dan ditahan militer. 

Tidak hanya Suu Kyi, Presiden Win Myint dan para pemimpin Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) lainnya juga masih belum diketahui.

Militer tidak memberikan informasi tentang di mana dan dalam kondisi apa penahanan mereka.

Suu Kyi menyerukan protes terhadap kediktatoran militer dalam pernyataan yang disiapkan untuk mengantisipasi penangkapannya, tetapi tidak ada laporan tentang kerusuhan.

Baca juga: Myanmar Dikudeta Militer: Warga Timbun Makanan, Atribut NLD Diturunkan, dan Sinyal Internet Putus

Baca juga: Kilas Balik Krisis Myanmar, Ini Motif Jenderal Min Aung Hlaing Pimpin Kudeta Militer

Pemandangan Pagoda Shwedagon, tengara agama Buddha di Yangon terlihat pada 1 Februari 2021, ketika militer Myanmar menahan pemimpin de facto negara itu Aung San Suu Kyi dan presiden negara itu dalam kudeta.
Pemandangan Pagoda Shwedagon, tengara agama Buddha di Yangon terlihat pada 1 Februari 2021, ketika militer Myanmar menahan pemimpin de facto negara itu Aung San Suu Kyi dan presiden negara itu dalam kudeta. (AFP)

Pasca kudeta, militer mencopot 24 menteri dan menunjuk 11 orang pengganti.

Mereka ditugaskan untuk mengawasi kementerian termasuk bidang keuangan, pertahanan, urusan dalam negeri, dan luar negeri.

Biksu Buddha, Shwe Nya War Sayadawa yang dikenal sebagai pendukung setia NLD, juga dilaporkan ditahan militer pada Senin lalu.

Biksu adalah kekuatan politik yang kuat di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha.

Joe Biden Angkat Bicara

Halaman
123
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved