Breaking News:

Tunjangan Baru untuk Anak-anak di Jepang, Khusus Penghasilan Kurang dari 12 Juta Yen Per Tahun

Sebagai keuntungan khusus, rumah tangga dengan pendapatan di atas tingkat tertentu diberikan pembayaran bulanan tetap sebesar 5.000 yen.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Anak-anak di taman kanak-kanak Jepang yang diajak jalan-jalan gurunya setiap pagi. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Untuk mengamankan sumber keuangan yang diperlukan terutama bagi anak-anak, pemerintah Jepang telah memutuskan untuk mengamandemen Undang-Undang Tunjangan Anak, yang mengecualikan orang-orang dengan pendapatan tahunan lebih dari 12 juta yen.

"Berbagai tunjangan baru bagi anak-anak akan dimulai Oktober 2022 sebagai tunjangan khusus anak-anak," papar sumber Tribunnews.com, Selasa (2/2/2021).

Tunjangan anak untuk anak di bawah sekolah menengah pertama adalah untuk rumah tangga dengan pendapatan sebagai berikut:

- Setiap bulan 15.000 yen untuk anak di bawah 3 tahun

- Anak pertama dan kedua dari usia 3 tahun hingga siswa sekolah dasar 10.000 yen, anak ketiga dan selanjutnya 15.000 yen

- Siswa sekolah menengah pertama dibayar 10.000 yen

Sebagai keuntungan khusus, rumah tangga dengan pendapatan di atas tingkat tertentu diberikan pembayaran bulanan tetap sebesar 5.000 yen.

Amandemen "Undang-Undang Tunjangan Anak" dan "Undang-Undang Dukungan Membesarkan Anak-Anak" yang diputuskan oleh Kabinet Selasa (2/2/2021) akan mengecualikan orang-orang dengan pendapatan tahunan lebih dari 12 juta yen per tahun.

Baca juga: Lowongan Kerja Sebagai Perawat di Jepang Bergaji Rp 160 Juta Dipertanyakan

Baca juga: Imbas Covid-19, Selama Setahun 842 Chef Restoran di Jepang Berhenti Bekerja

Selain itu, sambil meningkatkan proporsi perusahaan yang berkontribusi pada biaya pengoperasian pusat penitipan anak swasta, pemerintah berencana memberikan subsidi bagi pemilik bisnis yang secara aktif terlibat dalam tunjangan pengasuhan anak.

"Pemerintah ingin menyadari hal ini dan mengamankan sumber daya keuangan yang diperlukan untuk menghilangkan daftar tunggu anak-anak, dan bertujuan untuk mengesahkan RUU yang direvisi dalam sesi Diet saat ini," tambahnya.

Sementara itu Forum BBB, jaringan WNI di Jepang yang antinya tergabung dari 47 perfektur dan 23 wilayah di Tokyo, akan mengadakan tatap muka dengan berbagai CEO mulai malam ini (2/2/2021) menggunakan Zoom. Pendaftaran gratis melampirkan foto Zairyu Card ke email: bbb@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved