Breaking News:

Warga Hokkaido Jepang Semangat Pajang Patung Es Meski Festival Salju Ditiadakan

Patung es ditempatkan di 12 tempat termasuk di Susukino Sapporo seperti hotel dan resor ski di Sapporo dan Otaru.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Ukiran salju di kota Tobetsu, Ishikari, Hokkaido, menuliskan, "Jangan mau kalah dengan Corona" menarik perhatian masyarakat setempat. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Festival salju yang biasanya diselenggarakan setiap bulan Februari, ditiadakan tahun ini sebagai antisipasi penyebaran Covid-19. Namun semangat warga Hokkaido berapi-api memajang patung es hingga tanggal 14 Februari mendatang.

"Setiap tahun biasanya kita buat patung es, karena saya suka Susukino. Saya ingin orang-orang yang lewat melihat betapa indahnya patung es," papar Satoshi Yokoyama, Direktur Asosiasi Patung Es Jepang cabang Sapporo, Senin (8/2/2021).

Patung es ditempatkan di 12 tempat termasuk di Susukino Sapporo seperti hotel dan resor ski di Sapporo dan Otaru, dan pengunjung dapat menikmatinya hingga tanggal 14 Februari 2021.

Umumnya patung es bertuliskan "Gambarou Hokkaido" yang artinya Semangat Hokkaido!

Di kota Tobetsu Ishikari Hokkaido juga diselenggarakan lomba membuat patung es (salju) di rumah masing-masing.

Ukiran salju di kota Tobetsu, Ishikari, Hokkaido, menuliskan,
Ukiran salju di kota Tobetsu, Ishikari, Hokkaido, menuliskan, "Jangan mau kalah dengan Corona" menarik perhatian masyarakat setempat. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Para keluarga membuat patung salju lalu memotretnya dan mengirimkan ke panitia sampai dengan Minggu (7/2/2021).

Pemenangnya dapat kupon belanja 50.000 yen gratis di berbagai toko di Tobetsu.

"Saya sendiri membuat patung Amabie. Kita tak mau menyerah karena adanya corona. Butuh 3 hari untuk membuat patung tersebut," kata Naoya Yamada dari Departemen Pemuda, kamar dagang dan industri Tobetsu.

Ada pula yang membuatnya sejak sebulan lalu karena susah dan besarnya patung es tersebut.

Baca juga: Penasihat Kadin Yasuo Ichimura: Biaya Transportasi ke Jepang Naik 3 Kali Lipat

Baca juga: 20 Persen Penduduk Prefektur Mie Jepang yang Terinfeksi Covid-19 Ternyata WNA

"Klub pemuda seperti tukang kayu, bisa menggunakan alat berat dan berkumpul untuk pertama kalinya setelah beberapa lama. Jadi kita sempat terhibur juga bisa berkumpul, bercakap-cakap sambil membuat patung salju," tambahnya.

Di masa lalu pengukir es salju dari Indonesia sempat menjuarai festival salju Sapporo selama tiga tahun berturut-turut.

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang baru saja meluncurkan masih pre-open Belanja Online di TokoBBB.com yang akan dipakai berbelanja para WNI di Jepang. Info lengkap lewat email: bbb@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved