Breaking News:

Alot, Jadi Kapan Stimulus Jumbo Amerika Serikat Usulan Joe Biden Diteken?

Pengamat pasar modal Hans Kwee mengatakan, paket stimulus fiskal jumbo Amerika Serikat (AS) masih menjadi sentimen

Associated Press
Presiden AS Joe Biden menyampaikan sambutan tentang perawatan kesehatan, di Ruang Oval Gedung Putih, Kamis, 28 Januari 2021, di Washington. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pengamat pasar modal Hans Kwee mengatakan, paket stimulus fiskal jumbo Amerika Serikat (AS) masih menjadi sentimen utama pasar saham pekan ini.

Presiden AS Joe Biden meminta bantuan dari kelompok bipartisan pejabat lokal walikota dan gubernur untuk rencana bantuan virus korona senilai 1,9 triliun dolar AS.

"Kubu Partai Demokrat di Kongres Amerika juga bergerak cepat untuk mendorong paket bantuan Covid-19 senilai 1,9 triliun dolar AS yang diusulkan Presiden Joe Biden," ujarnya, Senin (15/2/2021).

Baca juga: Trump Kembali Lolos dari Pemakzulan, Biden: Bagian Menyedihkan dalam Sejarah Kita

Kubu Demokrat, kata Hans, berusaha meloloskan stimulus fiskal ini di Kongres tanpa dukungan Partai Republik dan kemungkinan Rancangan Undang-undang (RUU) ini akan disahkan sebelum 15 Maret 2021.

Lolosnya paket Stimulus fiskal AS tersebut dinilainya sangat penting karena Menteri Keuangan AS Jannet Yellen berpendapat lapangan kerja AS sulit pulih tanpa dukungan paket bantuan pandemi.

Baca juga: Joe Biden Umumkan Sanksi Baru AS Terhadap Para Jenderal Myanmar yang Lakukan Kudeta

Sementara itu, dia menambahkan, optimisme paket stimulus fiskal AS terlihat dari imbal hasil AS Treasury 10 tahun naik mendekati level tertinggi Maret 2020.

"Ini karena investor berspekulasi pada pemulihan ekonomi Amerika lebih cepat dibandingkan banyak negara lain," pungkas Hans.

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved