Breaking News:

Gempa di Jepang

10 Pembangkit Listrik Termal Mati Akibat Getaran Gempa Magnitudo 7,3 di Fukushima di Jepang

Segera setelah gempa, pembangkit listrik tenaga panas di Prefektur Miyagi, Fukushima, dan Ibaraki ditutup satu per satu.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Longsoran di jalan bebas hambatan Joban di Soma Fukushima, Jepang sedang diperbaiki. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebanyak 10 pembangkit tenaga panas (termal) di Jepang terhenti akibat getaran gempa magnitudo 7,3 yang terjadi pada Sabtu (13/2/2021) malam di Fukushima.

Diketahui akibat gempa besar tersebut, listrik di sekitar 900.000 rumah tangga dari Kanto ke Tohoku padam.

"Settingan pembangkit listrik termal tersebut semua otomatis terhenti kalau mendeteksi gempa dengan getaran tinggi. Itu sebabnya pasokan listrik 10 pembangkit listrik termal itu terhenti dan banyak rumah yang padam," papar sumber Tribunnews.com, Selasa (16/2/2021).

Semua rumah telah normal kembali sejak Senin (15/2/2021) kemarin, namun pasokan air menjadi masalah hingga kini di beberapa tempat karena saluran pipa yang rusak akibat gempa berkekuatan 7,3 magnitudo Sabtu malam lalu.

"Guncangan hebat dengan intensitas seismik lebih dari 6 di Prefektur Fukushima dan Miyagi menjadi tolok ukur sistem otomatis banyak pembangkit listrik di Jepang," tambahnya.

Perusahaan tenaga listrik ingin melanjutkan operasi segera setelah keamanan pembangkit listrik termal yang dihentikan dipastikan, dan tidak ada masalah dengan pasokan tenaga listrik yang stabil.

Segera setelah gempa, pembangkit listrik tenaga panas di Prefektur Miyagi, Fukushima, dan Ibaraki ditutup satu per satu.

Ada lebih dari 10 pembangkit listrik yang ditutup, dan menurut perusahaan tenaga listrik, alasannya adalah alat pengaman bekerja dengan mendeteksi guncangan.

Pembagian plastik terpal biru untuk menutupi atap rumah yang rusak akibat gempa dan antisipasi hujan lebat sejak kemarin malam hingga diperkirakan sampai Rabu (17/2/2021) di Fukushima.
Pembagian plastik terpal biru untuk menutupi atap rumah yang rusak akibat gempa dan antisipasi hujan lebat sejak kemarin malam hingga diperkirakan sampai Rabu (17/2/2021) di Fukushima. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Ketika kebutuhan tenaga listrik melebihi suplai, frekuensi terganggu dan terjadi pemadaman listrik berskala besar yang disebut "pemadaman", sehingga sistem yang secara otomatis menghentikan transmisi daya dalam operasinya.

Pemadaman listrik semuanya dapat diselesaikan sehari setelah gempa bumi, karena tidak ada kerusakan besar pada peralatan pembangkit listrik.

Perusahaan tenaga listrik ingin melanjutkan operasi segera setelah keamanan pembangkit listrik termal yang dihentikan dipastikan, dan tidak ada masalah dengan pasokan tenaga listrik yang stabil.

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang baru saja meluncurkan masih pre-open Belanja Online di TokoBBB.com yang akan dipakai berbelanja para WNI di Jepang. Info lengkap lewat email: bbb@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved