Breaking News:
Deutsche Welle

Dunia Khawatirkan Langkah Iran yang Berhenti Bagikan Rekaman Situs Nuklirnya

Langkah Iran berhenti membagikan rekaman fasilitas nuklirnya disebut oleh negara-negara kuat dunia sebagai hal yang berbahaya. Langkah…

Iran mengatakan akan berhenti membagikan rekaman terkait aktivitas di fasilitas nuklirnya ke badan pengawas nuklir PBB, yakni Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Hal ini dilakukan sebagai tanggapan atas penolakan Amerika Serikat (AS) untuk mencabut sanksi terhadap Iran yang diberlakukan oleh mantan Presiden Donald Trump.

AS di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden berusaha membalikkan keputusan Trump yang sebelumnya menarik diri dari Perjanjian Nuklir Iran tahun 2015.

Apa yang Iran katakan?

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan negaranya akan berhenti menyerahkan rekaman fasilitas nuklirnya, baik secara harian maupun mingguan.

Badan nuklir sipil Iran, Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) mengatakan akan menyimpan rekaman itu selama tiga bulan.

AEOI akan menyerahkan rekaman tersebut ke IAEA, dengan syarat Iran diberikan keringanan sanksi. Jika tidak, rekaman akan dihapus, sebuah tindakan yang kemungkinan akan berdampak pada semakin sempitnya ruang untuk terobosan diplomatik.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zari mengatakan negaranya juga tidak akan lagi menerapkan aturan yang memungkinkan inspeksi oleh IAEA terhadap fasilitas nuklirnya.

Tiga negara kuat Eropa, yakni Inggris, Prancis dan Jerman yang terlibat dalam Perjanjian Nuklir 2015 mengatakan ‘‘sangat menyesali‘‘ keputusan Iran.

Pakta 2015 yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), merupakan kesepakatan paling signifikan antara Iran dan negara-negara kuat dunia sejak revolusi Islam 1979 di Iran.

Trio Eropa ini sepakat menggarisbawahi perihal bahaya di balik keputusan Iran memblokir inspeksi oleh IAEA. Namun, Inggris, Prancis, dan Jerman tetap menekankan untuk menjaga komitmen dan mendesak Iran untuk ‘‘menghentikan dan membalikkan semua keputusan yang dapat mengurangi transparansi‘‘.

Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved