Breaking News:
Deutsche Welle

Libya Hadapi Fase Kritis Setelah Berakhirnya Perang Saudara

Libya menaruh harapan besar pada kabinet persatuan untuk sudahi perang saudara yang ikut dikobarkan Rusia dan Turki sejak 2014. Tapi…

Perdana Menteri Libya Abdul Hamid Mohammed Dbeibah sedianya mengumumkan nama anggota kabinetnya pada Kamis (25/02) ini, sesuai tenggat yang disepakati dalam pertemuan di Jenewa. Namun dalam jumpa pers di ibu kota Tripoli, dia mengatakan hanya mengirimkan panduan pemilihan kandidat menteri kepada parlemen.

"Kami siap mengusulkan nama anggota kabinet, tapi kami sebaiknya saling berkonsultasi terlebih dahulu dan mengkaji nama-nama kandidat dengan lebih saksama,” kata dia, tanpa merinci siapa yang menghuni daftar menteri tersebut.

Menurut kesepakatan dengan PBB, pemerintahan transisi Libya harus memberlakukan kuota perempuan sebesar 30 persen untuk jabatan menteri dan wakil menteri.

Sang perdana menteri menegaskan kabinet teknokrat bentukannya nanti harus mewakili berbagai segmen sosial dan geografi Libya. Menurutnya, perdamaian yang inklusif bernilai krusial bagi penyelenggaraan pemilu di akhir tahun.

"Saat ini adalah masa-masa yang kritis. Pertimbangan kami adalah bahwa kabinet pemerintah harus mengupayakan persatuan nasional, serta membangun konsensus dan rekonsiliasi,” kata Dbeibah.

Dia menambahkan daftar kandidat menteri-menteri akan dibagi secara merata di antara tiga wilayah kunci di Libya, yakni timur, barat dan selatan.

Damai di tahun kesepuluh

Selama lebih dari enam tahun, negeri tandus di utara Afrika itu tenggelam dalam perang saudara, dan terbelah antara wilayah timur di bawah Jendral Khalifa Haftar, dan barat yang dikuasai pemerintahan nasional.

Tahun ini, peringatan kesepuluh revolusi di Libya dirayakan dalam suasana gencatan senjata yang dimediasi PBB sejak Oktober 2020. Kini untuk pertama kalinya, Libya memiliki harapan baru terbentuknya pemerintahan pusat, dan perdamaian yang berkelanjutan.

Awal Februari lalu, sebanyak 75 delegasi pilihan PBB yang mewakili sebagian besar kepentingan Libya diundang ke Swiss. Di sana mereka membentuk "pemerintahan persatuan” yang menggabungkan struktur administrasi barat dan timur hingga pemilihan umum pada Desember mendatang.

Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved