Breaking News:

Seleksi Penerimaan Pegawai Ketat, Tak Mungkin Yakuza Bekerja di Pembangkit Reaktor Fukushima Jepang

Ono juga mengungkapkan berbagai proses Decommissioning yang akan dilakukan di lokasi pembangkit nuklir Fukushima sampai tahun 2031.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Akira ONO, Chief Decommissioning Officer (CDO), President Fukushima Daiichi Decontamination and Decommissioning Engineering Company, Tokyo Electric Power Company Holdings (TEPCO HD) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Saat ini tercatat sekitar 5.000 orang yang bekerja di lokasi pembangkit nuklir Fukushima Daiichi, beberapa orang dilaporkan terinfeksi virus Corona.

"Seleksi dan pemeriksaan serta penerimaan pegawai di tempat kami sangatlah ketat," papar Akira Ono, Chief Decommissioning Officer (CDO), President Fukushima Daiichi Decontamination and Decommissioning Engineering Company, Tokyo Electric Power Company Holdings (TEPCO HD) khusus kepada Tribunnews.com, Kamis (4/3/2021).

Berbagai hal akan diperiksa termasuk perusahaan tenaga kerja yang mengajukan calon tenaga kerjanya.

"Segalanya akan diperiksa ketat diwawancarai sampai mendetil. Bukan hanya itu saja, sang calon juga harus memiliki skill yang tinggi yang sesuai dengan yang dibutuhkan saat ini," papar Ono.

Jadi menurutnya tidak mungkin orang sembarangan akan bisa diterima bekerja di lokasi pembangkit nuklir Daiichi yang dipimpinnya.

Pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang berantakan akibat meledak tanggal 11 Maret 2011, sekaligus merusak kehidupan masyarakat sekitarnya
Pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang berantakan akibat meledak tanggal 11 Maret 2011, sekaligus merusak kehidupan masyarakat sekitarnya (NHK)

Tanggal 11 Maret 2011 saat pembangkit nuklir Fukushima meledak, setelah itu dilakukan pekerjaan dan beberapa pemberitaan di Jepang mengungkapkan adanya anggota yakuza saat itu bekerja, ikut direkrut untuk membereskan reaktor nuklir yang meledak tersebut.

Mereka dipekerjakan sebagai tenaga lepas yang mendapat honor cukup besar karena berisiko tinggi terkena radioaktif.

Beberapa anggota yakuza pun bersuara dan sempat diberitakan ikut membenahi reaktor nuklir yang berantakan tersebut.

Namun kemudian skandal tersebut mendapat perhatian banyak orang termasuk anggota parlemen Jepang dan kini telah bersih dari anggota yakuza, tak ada lagi yang bekerja di sana.

Baca juga: Pejabat Tinggi Kedutaan Jepang di Indonesia Ternyata Ikut Ditraktir NTT Data

Baca juga: Pemerintah Jepang Hentikan Beroperasinya 2 Pabrik Farmasi

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved