Breaking News:
Deutsche Welle

Swiss Gelar Referendum Bahas Larangan Cadar

Sebuah baliho bertuliskan "Hentikan Ekstremisme!" yang terpampang di luar kota Zurich, Swiss merupakan bentuk penolakan terhadap penggunaan…

Poster kampanye bertuliskan "Hentikan Islam Radikal!" dan "Hentikan Ekstremisme!" yang menampilkan seorang wanita dengan cadar hitam telah terpampang di sejumlah kota di Swiss. Papan iklan itu merupakan bagian dari kampanye Partai Rakyat Swiss (SVP) sayap kanan. Mereka mendesak larangan penggunaan penutup wajah di depan umum. Usulan tersebut akan dibahas dalam referendum nasional pada hari Minggu (07/03).

Poster saingannya berbunyi: "Tidak untuk hukum 'anti-burqa' yang absurd, tidak berguna dan Islamofobia."

"Ini masalah peradaban. Pria dan wanita bebas menampilkan diri dengan wajah tak tertutup," kata juru bicara kampanye Yes, Jean-Luc Addor.

"Ini adalah bentuk Islam yang ekstrem," katanya kepada AFP.

Namun sebuah jajak pendapat menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Swiss akan mendukung usulan dan larangan tersebut, yang nantinya akan disahkan menjadi undang-undang. "Di Swiss, tradisi kami adalah menunjukkan wajah Anda. Itu adalah tanda kebebasan dasar kami," kata Walter Wobmann, anggota parlemen SVP dan ketua komite referendum.

Meski tidak menyebut Islam secara langsung, politisi, media, dan juru kampanye lokal menjulukinya sebagai larangan burqa (sebuah pakaian yang menutupi seluruh tubuh, biasa dikenakan oleh sebagian perempuan muslim).

Di bawah sistem demokrasi langsung Swiss, referendum dan suara populer terjadi setiap beberapa bulan di tingkat nasional, regional, dan lokal. Topik apa pun dapat diajukan ke pemungutan suara nasional selama mampu mengumpulkan 100 ribu tanda tangan.

Proposal itu diyakini memperparah hubungan Swiss dengan komunitas Islam, setelah masyarakat mendukung larangan pembangunan menara masjid baru pada tahun 2009. Wobmann mengatakan pemungutan suara tidak menentang Islam itu sendiri, tetapi menambahkan "penutup wajah adalah simbol dari politik ekstrem Islam yang semakin menonjol di Eropa dan tidak memiliki tempat di Swiss."

Larangan cadar di Eropa

Sebelumnya pada tahun 2011, Prancis secara resmi melarang penggunaan cadar di depan umum. Denmark, Austria, Belanda, dan Bulgaria juga melarang penuh atau sebagian terhadap penggunaan penutup wajah di area publik.

Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved