Breaking News:

Krisis Myanmar

Demonstran Myanmar Lawan Senjata Militer dengan Rok dan Pakaian Dalam Perempuan

Aparat memakai peluru karet, gas air mata, meriam air, hingga yang paling parah adalah penggunaan peluru tajam.

Editor: Hasanudin Aco
STR / AFP
Para pengunjuk rasa berlari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 1 Maret 2021. 

Ada juga yang memegang cermin sebagai perisai, dan berharap pihak berwenang kebingungan ketika menyerang.

Jika mereka mulai dikejar, massa akan menyemprotkan isi alat pemadam apo. Memberi waktu yang cukup ke rute pelarian.

Thinzar menerangkan meski mereka meminjam taktik unjuk rasa di Hong Kong dan Thailand, di lapangan tetap berbeda.

Dia menuturkan sampai saat ini, mereka masih berpegang teguh untuk tak menggunakan kekerasan, dan memastikan aparat tak melukai mereka.

Menurut catatan PBB, lebih dari 50 orang tewas di mana muncul video memperlihatkan pengunjuk rasa ditembak di kepala.

Salah satunya adalah Kyal Sin, gadis 19 tahun yang tewas di Mandalay pada Rabu (3/3/2021), saat memakai kaus "segalanya akan baik-baik saja".

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar"

Sumber: TribunJakarta
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved