Breaking News:

Virus Corona

Menteri Kesehatan Yordania Mundur Setelah 6 Pasien Covid-19 Meninggal karena Kehabisan Oksigen

Menteri kesehatan Yordania mengundurkan diri setelah krisis oksigen menewaskan enam orang.

Pixabay
ILUSTRASI Virus Corona 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, AMMAN—Menteri Kesehatan Yordania mundur setelah enam orang meninggal menyusul kehabisan pasokan atau suplai oksigen di rumah sakit yang merawat pasien virus corona.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (14/3/2021), polisi dikerahkan untuk menahan ratusan kerabat yang marah, kata media negara dan saksi mata.

Menteri kesehatan Yordania mengundurkan diri setelah krisis oksigen menewaskan enam orang.

Baca juga: Yordania Terima 144.000 Vaksin COVAX yang Didanai Uni Eropa

Krisis oksigen pada Sabtu (13/3/2021) terjadi di ruang perawatan intensif ICU, bangsal bersalin dan ruang khusus virus corona  di rumah sakit pemerintah Salt di Amman.

Perdana Menteri Bisher al Khaswaneh mengatakan dia telah meminta Menteri Kesehatan Nathir Obeidat mundur.

Dalam permintaan maaf publik, Obeidat mengatakan bertanggung jawab penuh atas insiden itu.

"Ini adalah kesalahan fatal yang tidak dapat dibenarkan atau diterima. Saya merasa malu karenanya dan tidak akan membenarkannya," kata Khaswaneh, seraya menambahkan bahwa dia sedang menunggu hasil penyelidikan peradilan.

Obeidat mengatakan dia menanggung "tanggung jawab moral" atas kematian para pasien, yang sedang dirawat karena Covid-19 ketika bangsal kehabisan oksigen selama hampir satu jam.

Baca juga: Kunjungi Yordania, Ini Sederet Isu yang Dibahas Menlu Retno dengan Menlu Ayman

Raja Abdullah mengunjungi rumah sakit sebagai langkah untuk meredakan ketegangan dan kemarahan publik atas insiden tersebut.

"Bagaimana rumah sakit seperti ini bisa melihat sesuatu seperti ini terjadi?" katanya saat memasuki rumah sakit bernilai jutaan dolar, yang beroperasi Agustus lalu.

Beberapa politisi mengatakan insiden itu menunjuk pada kesalahan pengelolaan besar di rumah sakit pemerintah.

Yordania menghadapi lonjakan kasus infeksi Covid-19 yang dikaitkan terutama dengan penularan cepat varian baru corona yang pertama kali diidentifikasi di Inggris.

Yordania melaporkan 8.300 kasus baru Covid-19 pada hari Kamis pekan lalu, jumlah kematian harian tertinggi sejak pandemi pertama kali muncul pada setahun yang lalu.

Yordania, dengan populasi sekitar 10 juta jiwa, telah mencatat 385.533 kasus Covid-19 dan 5.224 kasus kematian.(Reuters)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved