Breaking News:

Krisis Myanmar

Yayasan yang Didirikan Miliarder George Soros Tuntut Militer Myanmar Bebaskan Stafnya

Yayasan Open Society Myanmar (OSM) yang didirikan miliarder George Soros, menyerukan pembebasan seorang anggota stafnya di Myanmar.

Lillian SUWANRUMPHA / AFP
Ilustrasi: Para migran Myanmar memegang potret Aung San Suu Kyi saat mereka mengambil bagian dalam demonstrasi di luar kedutaan Myanmar di Bangkok, Thailand pada 1 Februari 2021, setelah militer Myanmar menahan pemimpin de facto negara itu Aung San Suu Kyi dan presiden negara itu dalam sebuah kudeta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Yayasan Open Society Myanmar (OSM) yang didirikan miliarder George Soros, menyerukan pembebasan seorang anggota stafnya di Myanmar.

Pihak Yayasan menegaskan tuduhan membiayai demonstrasi anti-kudeta atau gerakan pembangkangan nasional adalah tidak benar.

"Yayasan sangat prihatin dengan laporan bahwa seorang anggota staf OSM (Open Society Myanmar) telah ditahan di Myanmar," kata Yayasan seperti dilansir Reuters, Rabu (17/3/2021).

Baca juga: Pengadilan Myanmar Tunda Sidang Aung San Suu Kyi Karena Masalah Internet

"Kami menyerukan pembebasannya segera. Kami khawatir dengan laporan bahwa pihak berwenang berusaha menginterogasi anggota staf lainnya," lanjutnya.

Pihak berwenang Myanmar menahan seorang pejabat dari Yayasan dan sedang mengincar 11 karyawan lain atas kecurigaan kelompok itu meneruskan dana kepada lawan kudeta, demikian laporan media pemerintah junta militer.

Baca juga: Junta Myanmar Perluas Status Darurat Militer setelah 50 Orang Tewas dalam Kerusuhan Unjuk Rasa

"Klaim pelanggaran keuangan, termasuk bahwa OSM bertindak ilegal dengan menarik dana mereka sendiri dalam mata uang lokal dari bank SMID, adalah palsu," kata Yayasan.

"Klaim bahwa OSM menggunakan dana ini untuk tujuan ilegal adalah palsu. Dana ini digunakan untuk tujuan sepenuhnya dalam tujuan OSM," lanjutnya.

Pihak yayasan mengatakan tuduhan itu sebagai upaya yang mengkhawatirkan yang menyerang dan mendiskreditkan mereka yang ingin kembali ke perdamaian dan demokrasi di Myanmar.

Sebelumnya militer Myanmar menahan seorang pejabat Yayasan yang didirikan Soros atas tuduhan membiayai demonstrasi anti-kudeta atau gerakan pembangkangan nasional.

Baca juga: 14 Demonstran Anti Kudeta Militer Tewas Ditembak Polisi Myanmar di Distrik Yangon

Halaman
12
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved