Breaking News:

Mundur dari Kerajaan Inggris, Pangeran Harry Pilih Jadi Rakyat Biasa, Kerja di Perusahaan AS

Pangeran Harry akan menjadi pegawai di perusahaan pelatihan dan kesehatan mental di Amerika Serikat (AS) bernama BetterUp.

Tolga AKMEN / AFP
Pangeran Harry, Duke of Sussex (kanan) dari Inggris dan istrinya Meghan, Duchess of Sussex tiba untuk menghadiri Field of Remembrance ke-91 di Westminster Abbey di pusat kota London pada 7 November 2019. 

TRIBUNNEWS.COM, AS - Pangeran Harry akan menjadi pegawai di perusahaan pelatihan dan kesehatan mental di Amerika Serikat (AS) bernama BetterUp.

Pria bergelar Duke of Sussex itu mengatakan dalam pernyataan pers bahwa dia "sangat bersemangat" untuk menjalankan peran baru sebagai chief impact officer di perusahaan tersebut.

Belum jelas bagaimana tugas tepatnya, jam kerja, serta bayarannya.

Ini adalah pekerjaan terbaru Pangeran Harry setelah dia dan istrinya, Meghan Markle yang bergelar Duchess of Sussex, mundur dari peran mereka sebagai anggota senior Kerajaan Inggris, Maret tahun lalu.

Kabar ini juga muncul setelah Harry dan Meghan memberikan wawancara kepada pembawa acara televisi Oprah Winfrey awal bulan ini, yang memantik kontroversi.

Baca juga: Pangeran Harry dan Meghan Klarifikasi Pernikahan yang Digelar 3 Hari sebelum Pernikahan Kerajaan

Dalam wawancara tersebut, pasangan suami-istri itu menuduh seorang anggota keluarga kerajaan yang tidak disebutkan namanya bertanya tentang akan seberapa gelap kulit putra mereka, Archie, sebelum dia lahir.

Istana Buckingham menyebut klaim tersebut "mengkhawatirkan", tapi akan ditangani secara pribadi.

Awal pekan ini, Istana Buckingham mengatakan evaluasi tentang keragaman sedang dilangsungkan di semua rumah tangga kerajaan.

Dalam pernyataannya, Pangeran Harry mengatakan tujuannya dalam peran barunya ialah "mengangkat dialog kritis seputar kesehatan mental, membangun komunitas yang suportif dan penuh kasih, dan memelihara lingkungan [yang kondusif] untuk percakapan yang jujur dan rentan".

Pangeran Harry tidak akan mengelola karyawan atau memiliki bawahan, tetapi dia kemungkinan akan menghabiskan waktunya di kantor pusat perusahaan di San Francisco setelah situasinya aman, kata CEO BetterUp Alexi Robichaux kepada Wall Street Journal (WSJ).

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved