Breaking News:

Kasus Penipuan Investasi Emas di Indonesia, Oknum Polisi Jepang Pembocor Informasi Bunuh Diri

Mantan ketua umum Dowa itu menipu uang tunai 50 juta yen dengan dalih untuk berinvestasi di bisnis perdagangan emas di Indonesia pada Oktober 2020.

Editor: Dewi Agustina
Foto Sankei
Markas Besar Kepolisian Hyogo Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Polisi Prefektur Hyogo Jepang mengungkapkan bahwa informasi penyelidikan bocor dari seorang polisi ke seorang kenalan, dan akhirnya polisi itu bunuh diri.

"Polisi yang bertanggung jawab atas Divisi Kriminal Kantor Nada 2, berusia 50 tahunan, ditugaskan ke daerah lokasi kejadian setiap hari. Namun karena ketahuan polisi itu membocorkan informasi internal kepolisian, polisi prefektur menangguhkan kerjanya dan menghukum tiga bulan tindakan disipliner," ungkap sumber Tribunnews.com, Jumat (26/3/2021).

Menurut penyidik, polisi membocorkan informasi penyidikan tentang seorang pria yang merupakan teman sekelasnya saat SMA dan seorang pengurus (pimpinan) markas prefektur Asosiasi Dowa, pria berusia 59 tahun.

Mantan ketua umum Dowa itu menipu uang tunai 50 juta yen dengan dalih untuk berinvestasi di bisnis perdagangan emas di Indonesia pada Oktober tahun lalu.

Baca juga: Menhan Jepang Ingin Bertukar Pendapat dengan Prabowo tentang Isu-isu di Laut China Timur dan Selatan

Baca juga: Pengacara Jepang Tidak Percaya Investigasi Imigrasi Jepang Atas Overstay yang Meninggal

Namun, pada Oktober 2020 itu juga, beberapa orang yang terlibat di markas kepolisian prefektur mengatakan bahwa ada oknum polisi yang menerima kebocoran itu sedang mengumpulkan situasi kerugian.

Selain itu sejak Desember 2020, eksekutif pria telah berkolusi dengan banyak orang untuk membobol rumah mantan ketua dan mencuri barang, atau uang tunai dari istri mantan ketua Dowa, wanita berusia 41 tahun.

Kecurigaan tersebut juga tidak diproses.

Selama proses penyelidikan di Kepolisian Prefektur Nara, titik kontak antara seorang eksekutif laki-laki dan polisi muncul.

Markas Besar Kepolisian Hyogo Jepang.
Markas Besar Kepolisian Hyogo Jepang. (Foto Sankei)

Polisi Prefektur Hyogo, oknum polisi itu akhirnya melakukan bunuh diri selama penyelidikan sambil menyelidiki sejarah dan pengembalian kebocoran informasi.

Departemen kepolisian memiliki catatan sejarah panjang terhadap oknum yang bunuh diri itu, dalam bekerja di investigasi kriminal intelijen yang berpusat pada kantor polisi, dan merupakan seorang perwira polisi yang memiliki reputasi baik dengan keinginan yang kuat untuk bawahan saat itu.

Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved