Breaking News:

Penanganan Covid

14 Negara Sampaikan Keprihatinan atas Laporan WHO Mengenai Asal-usul Covid-19

Sekira 14 negara menyuarakan keprihatinan atas laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang asal-usul virus corona.

Hector RETAMAL / AFP
Anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal-usul virus corona Covid-19, mengenakan alat pelindung terlihat selama kunjungan mereka ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Hewan Hubei di Wuhan, Provinsi Hubei tengah China pada 2 Februari 2021 . 

Pada Selasa (30/3/2021), 14 negara, termasuk AS, Australia, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Estonia dan Israel memberikan tanggapan tentang laporan asal-usul virus corona yang ditemukan tim WHO.

Jepang, Latvia, Lituania, Norwegia, Republik Korea, Slovenia dan Inggris juga menandatangani pernyataan bersama.

Dalam pernyataan, 14 negara tersebut menulis "sepenuhnya" mendukung upaya WHO untuk mengakhiri pandemi, termasuk bagaimana itu (virus) "dimulai dan menyebar".

"Penting bagi kami untuk menyuarakan keprihatinan bahwa studi pakar internasional tentang sumber virus SARS-CoV-2 ditunda secara signifikan dan tidak memiliki akses ke data dan sampel lengkap yang asli," papar pernyataan bersama.

Baca juga: WHO Bentuk Yayasan untuk Perluas Pendanaan, Dr Tedros: Bukan Tanggapan atas Ancaman Trump

Baca juga: Jadi Sumber Donor Terbesar, Donald Trump Malah Memotong Dana untuk WHO, Tedros Adhanom Ungkap Kecewa

Gambar selebaran ini diambil dan dirilis pada 12 Februari 2021 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan sambutannya saat konferensi pers pada 12 Februari 2021 di Jenewa. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada 12 Februari 2021 bahwa semua hipotesis tentang asal-usul pandemi Covid-19 tetap ada di atas meja setelah penyelidikan WHO di China.
Gambar selebaran ini diambil dan dirilis pada 12 Februari 2021 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan sambutannya saat konferensi pers pada 12 Februari 2021 di Jenewa. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada 12 Februari 2021 bahwa semua hipotesis tentang asal-usul pandemi Covid-19 tetap ada di atas meja setelah penyelidikan WHO di China. (Christopher Black / Organisasi Kesehatan Dunia / AFP)

Tedros Adhanom Tuntut Penelitian Lebih Lanjut

Secara terpisah pada Selasa (30/3/2021), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga menuntut penelitian lebih lanjut untuk mencapai "kesimpulan yang lebih kuat".

"Saya tidak percaya bahwa penilaian ini cukup ekstensif," katanya dalam jumpa pers, Selasa.

"Meskipun tim telah menyimpulkan bahwa kebocoran laboratorium adalah hipotesis yang paling kecil kemungkinannya," tuturnya.

"Hal ini memerlukan penyelidikan lebih lanjut, berpotensi dengan misi tambahan yang melibatkan ahli spesialis, yang siap saya gunakan," tambah Tedros.

Baca juga: Mantan Direktur CDC Percaya Covid-19 Berasal dari Lab Wuhan: Sains yang Akan Mengungkapnya

Baca juga: Mutasi Virus Corona Sangat Cepat, Usai B117 Kini Muncul N439K, Termasuk Tipe Liar Seperti di Wuhan

Konferensi pers oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhamon dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel di Brussel 30/03/2021
Konferensi pers oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhamon dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel di Brussel 30/03/2021 (DURSUN AYDEMIR / POOL / Hans Lucas / Hans Lucas via AFP))

Sanggahan China

Halaman
1234
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved