Breaking News:

Miss Grand Internasional Jepang Sabet Miss Kostum Nasional Terbaik, Saji Ternyata Bekerja di Kuil

Ruri Saji lahir dan dibesarkan dalam keluarga kuil dan belajar tentang Shinto di sekolah pascasarjana.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Miss Grand Jepang Ruri Saji dari Joetsu Niigara, dari kostum mirip Kokesi patung tradisional Jepang, berubah menjadi kostum robot Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Miss Grand Internasional Jepang, Ruri Saji terpilih sebagai Miss Grand Kostum Nasional tanggal 24 Maret lalu di Bangkok Thailand. Kini Ruri Saji bekerja di kuil di kampung halamannya di Niigata Jepang.

"Saya bersyukur bisa ikut kejuaraan dunia di Bangkok Thailand, di tengah kesulitan pandemi corona. Dengan keberanian dan dukungan banyak orang, saya akan melakukan yang terbaik untuk meraih hasil di kejuaraan dunia dan syukurlah mendapat award sebagai Miss Kostum Nasional Grand Internasional," papar Saji baru-baru ini.

Dalam turnamen satu bulan itu, ada berbagai macam ujian seperti isolasi kehidupan selama dua minggu, pakaian renang dan wawancara.

"Timnas Indonesia juga bagus menampilkan kostumnya," kata Ruri Saji.

Dalam kompetisi tersebut peserta makan dalam 2 menit, memamerkan riasan, dan memposting video satu per satu sesuai tantangan turnamen yang akan disajikan oleh perwakilan lebih dari 60 negara dan wilayah.

Nyatanya, kehidupan yang terisolasi ini juga harus diperiksa. Pertempuran panas terjadi karena jumlah "like" tercermin dalam evaluasi.

Miss Grand Jepang Ruri Saji dari Joetsu Niigara, dari kostum mirip Kokesi patung tradisional Jepang, berubah menjadi kostum robot Jepang.
Miss Grand Jepang Ruri Saji dari Joetsu Niigara, dari kostum mirip Kokesi patung tradisional Jepang, berubah menjadi kostum robot Jepang. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Dan 15 Maret, ketika periode karantina dibuka, "Suasana yang sangat indah dengan perwakilan dari seluruh dunia."

Akhirnya, perwakilan dari masing-masing negara dikumpulkan. Pemeriksaan skala penuh telah dimulai.

"Saya percaya bahwa kedamaian pikiran adalah kedamaian umat manusia. Saya dibesarkan dalam keluarga kuil yang berlangsung selama 1.300 tahun."

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved