Breaking News:

Kim Jong Un Dikabarkan Mengeksekusi Menteri Pendidikan karena Selalu Mengeluh dan Tidak Ada Kemajuan

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dikabarkan telah mengeksekusi seorang pejabat pemerintah di negaranya

STR / KCNA VIA KNS / AFP
Gambar ini diambil pada 8 April 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 9 April 2021 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan pidato penutup di Konferensi Keenam Sekretaris Sel dari Partai Pekerja Korea di Pyongyang. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dikabarkan telah mengeksekusi seorang pejabat pemerintah di negaranya setelah departemennya gagal mengadakan panggilan video yang cukup serta mengeluh tentang beban kerja. 

Ikan-ikan piranha pemakan daging tersebut memiliki gigi berbentuk seperti silet yang bisa merobek daging dari jenazah dalam hitungan menit.

Kim Jong Un Metro UK
Kim Jong Un (Metro UK)

Sumber anonim dari Daily Star mengkaim bahwa Kim Jong Un mungkin terinspirasi dari film James Bond tahun 1965 lalu berjudul "You Only Live Twice".

Di film tersebut, antagonis Blofeld memiliki kolam berisi ikan hiu untuk mengeksekusi asistennya, Helga Brandt.

Pasukan intelijen Inggris berkata pada Daily Star bahwa penggunaan piranha seperti itu sangat klasik.

"Ia akan menggunakan teror dan ketakutan sebagai alat politik. Entah penggunaan piranha efisian untuk membunuh seseorang atau tidak, ia tidak peduli."

"Ia ingin semua orang tahu, termasuk orang kepercayaannya, bahwa mereka pun beresiko mengalami kematian tak menyenangkan jika terbukti berkhianat."

"Ia mengeksekusi anggota keluarganya sendiri dan membunuh petugas pemerintahan senior hanya karena tidak bertepuk tangan dengan kencang saat ia pidato."

Ikan piranha
Ikan piranha (iStockphoto)

Selain itu, metode eksekusi lain yang dipakai Kim yaitu menggunakan senjata anti-tank dan membakar tahanan sampai meti dengan pelontar api.

Sejak menjadi penerus ayahnya, Kim Jong Il sebagi diktator Korea Utara, Kim Jong Un dipercaya telah membunuh 16 orang orangnya.

Bulan Maret 2019, seperti yang dilansir oleh Daily Mail, ia mengeksekusi utusannya di Amerika, Kim Hyok Chol karena berkhianat.

Chol dikabarkan ditembak karena lebih berpihak pada Amerika saat negosiasi nuklir dengan Presiden Trump.

Ia juga telah mengeksekusi kepala tentaranya, CEO Bank Sentral Korea Utara dan duta besar di Kuba dan Malaysia.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Berita lainnya seputar Korea Utara

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved