Breaking News:

Virus Corona

India Tangguhkan Ekspor Remdesivir karena Lonjakan Kasus Covid-19

India telah menangguhkan ekspor obat remdesivir dan bahan aktif farmasi di tengah rekor lonjakan infeksi Covid-19.

Tribun Palu
Ilustrasi remdesivir yang digunakan sebagai obat Covid-19. India telah menangguhkan ekspor obat remdesivir dan bahan aktif farmasi di tengah rekor lonjakan infeksi Covid-19. 

TRIBUNNEWS.COM - India telah menangguhkan ekspor obat remdesivir dan bahan aktif farmasi di tengah rekor lonjakan infeksi Covid-19.

Larangan pengiriman remdesivir keluar saat permintaan atas obat tersebut meroket yang menyebabkan kekurangan di banyak negara bagian.

Pada Minggu (11/4/2021), India melaporkan infeksi harian melonjak menjadi 152.879.

Al Jazeera melaporkan, angka tersebut merupakan rekor keenam yang dicatat dalam tujuh hari belakangan.

Pasien virus corona membanjiri rumah sakit di beberapa daerah.

Baca juga: Tiongkok Turun Gunung di India Open 2021, Kontingen Indonesia Tak Mau Kalah

Baca juga: Hindari Penularan Corona, Tarawih di Masjid Dipersingkat, Ini Pandangan Jumlah Rakaat Salat Tarawih

Ilustrasi remdesivir yang digunakan sebagai obat Covid-19. PT Kalbe Farma siap memasarkan produk remdesivir bernama Covifor.
Ilustrasi remdesivir yang digunakan sebagai obat Covid-19. PT Kalbe Farma siap memasarkan produk remdesivir bernama Covifor. (Tribun Palu)

Selain larangan ekspor remdesivir, Kementerian Kesehatan India melalui sebuah pernyataan menegaskan telah meminta agar produsen obat meningkatkan pasokan "sampai situasinya membaik".

Tujuh perusahaan India telah memiliki lisensi obat dari Gilead Sciences, dengan kapasitas terpasang sekira 3,9 juta unit perbulan.

Baca juga: Jepang Anggap Remdesivir Bagus untuk Pasien Covid-19, Tapi WHO Tak Berikan Rekomendasi

Baca juga: Favipiravir dan Remdesivir hingga Jamu Dapat Izin Darurat untuk Diberikan Pada Pasien Covid 19

Larangan Penggunaan Remdesivir

Pada November 2020 kemarin, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan rekomendasi untuk melarang penggunaan remdesivir pada pasien yang dirawat di rumah sakit, terlepas dari tingkat keparahan penyakitnya.

WHO mengatakan tidak ada bukti bahwa obat tersebut meningkatkan kelangsungan hidup pada pasien dengan virus corona.

Halaman
12
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved