Breaking News:

Penanganan Covid

Mulai Hari Ini Tindakan Prioritas Diterapkan di Tokyo Jepang, Ada Subsidi hingga Denda 200 Ribu Yen

Selain hukuman denda bagi pelanggar, juga ada subsidi 100.000 yen bagi toko (restoran) kecil menengah dan 200.000 yen bagi toko besar.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Di area dilewati estafet obor olimpiade ada petugas mengkampanyekan "Larangan Berteriak" bagi penonton pinggir jalan, antisipasi pandemi Corona. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mulai Senin (12/4/2021) hari ini, Tindakan Prioritas serupa PSBB mulai diterapkan di Tokyo sampai dengan 11 Mei 2021.

Selain hukuman denda bagi pelanggar, juga ada subsidi 100.000 yen bagi toko (restoran) kecil menengah dan 200.000 yen bagi toko besar yang punya banyak cabang.

"Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya pikir penting untuk melihat-lihat dengan seksama langkah ini, dan pada saat yang sama, ada hukuman, jadi saya ingin meminta kerja sama Anda. Saya ingin Anda menahan diri untuk tidak berpindah antar prefektur sebanyak mungkin. Karena strain mutan baru telah menyebar, saya ingin meminta Anda untuk melakukannya juga," papar PM Jepang Yoshihide Suga, 9 April 2021.

Area target Tindakan Prioritas adalah 23 wilayah di Tokyo dan ada enam kota di area Tama: Hachioji, Tachikawa, Musashino, Fuchu, Chofu, dan Machida.

Di area tersebut jam kerja yang diminta oleh Pemda Tokyo untuk dipersingkat restoran adalah dari semula pukul 21.00 diminta agar tutup mulai hari ini jam 20.00, satu jam lebih awal.

Bila tidak dilakukan akan kena denda sekitar 200.000 yen.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Warga Jepang Berusia 16 Tahun ke Atas Dijadwalkan 4 Juli 2021

Baca juga: Pemerintah Jepang Siapkan Subsidi 130 Miliar Yen, Khusus untuk Orang Tua Miskin yang Punya Anak

Selama periode tindakan prioritas, Pemerintah Metropolitan Tokyo akan menyediakan setiap toko maksimum 100.000 yen per hari untuk usaha kecil dan menengah yang sepenuhnya menanggapi permintaan, dan maksimum 200.000 yen per hari untuk perusahaan besar.

"Saya ingin untuk meningkatkan efektivitas tindakan saat virus mutasi yang sangat menular menyebar, kota ini menyerukan agar orang-orang menahan diri untuk tidak ke luar dari perbatasan antara kota dan prefektur dan untuk menunda perjalanan selama liburan Golden Week. Selain meminta restoran untuk mempersingkat waktu. Kami ingin untuk mengendalikannya dan mencegah penyebaran infeksi dengan cepat," ungkap Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, Minggu (11/4/2021).

Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja asli di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved