Breaking News:

Penanganan Covid

Malam Nanti Pemerintah Jepang Umumkan Pemberlakuan Deklarasi Darurat Covid-19 di Osaka

Setelah diumumkan, akan mungkin untuk mengambil tindakan yang lebih kuat daripada "tindakan prioritas seperti pencegahan penyebaran virus corona".

Editor: Dewi Agustina
Richard Susilo
Sekjen Partai Liberal (LDP) Toshihiro Nikai (78) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Deklarasi darurat menghadapi pandemi corona gelombang ke-4 akan diumumkan pemerintah pusat malam ini, Selasa (20/4/2021) khususnya untuk Osaka. Sedangkan Tokyo masih menunggu permintaan resmi dari pemda setempat.

"Kami akan membuat keputusan berdasarkan pengetahuan ahli dari orang-orang yang bersangkutan. Saya ingin Anda melakukannya dan malam ini deklarasi darurat akan diumumkan untuk Osaka," ungksp Sekretaris Jenderal LDP Toshihiro Nikai, Selasa (20/4/2021).

Saat ditanya apakah restoran atau department store harus diminta untuk mengambil cuti ketika deklarasi darurat dikeluarkan, Nikai mengatakan, "Saya ingin menyerahkannya pada penilaian orang yang bertanggung jawab di lokasi."

Mengenai keadaan darurat, Prefektur Osaka memutuskan untuk meminta pemerintah mengeluarkan pengumuman pada tanggal 20 April sore, dan diharapkan akan diminta berlaku pada hari yang sama.

Data jumlah warga yang berdomisili di Jepang yang telah divaksinasi Covid-19 per tanggal 18 April 2021.
Data jumlah warga yang berdomisili di Jepang yang telah divaksinasi Covid-19 per tanggal 18 April 2021. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Pemerintah Metropolitan Tokyo juga sedang mempertimbangkan permintaan penerapan deklarasi darurat.

Setelah diumumkan, akan mungkin untuk mengambil tindakan yang lebih kuat daripada "tindakan prioritas seperti pencegahan penyebaran virus corona" yang saat ini diterapkan.

"Masyarakat pekerja dapat meminta dan memesan cuti dari restoran dan fasilitas atraksi pelanggan berskala besar, dan pemerintah dapat mengenakan denda hukuman administratif jika Anda melanggarnya," tambahnya.

Baca juga: Dari 1,2 Juta Warga Jepang yang Telah Divaksinasi, Baru 718 Ribu yang Mendapatkan Vaksin Dosis Kedua

Sementara itu pada tanggal 16 April, sekitar 4,8 juta pekerja medis telah divaksinasi, dan 1.198.346 orang menyelesaikan vaksinasi pertama.

Jumlah orang yang menyelesaikan kedua vaksinasi tersebut adalah 718.396, atau sekitar 15 persen dari total yang divaksinasi.

Di Tokyo yang memiliki jumlah orang terbanyak, 117.683 orang menyelesaikan vaksinasi dosis pertama, dan 63.168 orang menyelesaikan vaksin dosis kedua untuk tenaga medis saja.

Grafik perubahan penyediaan vaksin untuk Jepang sebelum dan sesudah pembicaraan PM Yoshihide Suga dengan CEO Pfizer di Amerika Serikat, Minggu (18/4/2021).
Grafik perubahan penyediaan vaksin untuk Jepang sebelum dan sesudah pembicaraan PM Yoshihide Suga dengan CEO Pfizer di Amerika Serikat, Minggu (18/4/2021). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Kemudian diikuti oleh Prefektur Osaka (83.193 orang untuk vaksin dosis pertama, 48.792 orang untuk dosis kedua).

Di sisi lain, vaksinasi lansia yang dimulai pada tanggal 12 April berada pada tahap di mana semua prefektur melakukan vaksinasi pertama pada tanggal 18 April 2021.

Prefektur Aichi memiliki jumlah penduduk terbesar mencapai 1.190 lansia telah divaksinasi, dan Tochigi, Saitama, Shizuoka, Shiga, Hyogo, Shimane, Saga, Kumamoto, dan Oita masih belum melakukan vaksinasi.

Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja asli di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved