Breaking News:

Penanganan Covid

Tokyo Jepang Pertimbangkan Keluarkan Deklarasi Darurat Covid-19 Minggu Depan

Di Tokyo pada tanggal 19 April kemarin, jumlah orang yang terinfeksi virus corona telah melebihi 400 sejak 25 Januari.

Foto NHK/Richard Susilo
Gubernur Tokyo Yuriko Koike melakukam inspeksi mendadak ke berbagai restoran di Shinjuku, Tokyo, Jepang, Senin (19/4/2021) sore. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemda Tokyo sedang mempertimbangkan untuk membuat Deklarasi Darurat (PSBB) Covid-19 mulai minggu depan karena lonjakan kasus corona akhir-akhir ini di atas 400 orang setiap harinya.

"Dampak dari infeksi virus corona baru yang terus menyebar di Tokyo, kota itu mempertimbangkan untuk meminta keadaan darurat paling cepat minggu ini," papar Gubernur Tokyo Yuriko Koike, Senin (19/4/2021) dalam inspeksi mendadak ke beberapa toko dan restoran di Shinjuku.

Ada pandangan bahwa akan terlambat untuk menentukan efek dari "tindakan prioritas seperti pencegahan penyebaran" di dalam Gedung Pemerintah Metropolitan Tokyo.

"Jadi kami segera membuat penyesuaian untuk melihat apakah kami dapat mengambil tindakan tegas, termasuk permintaan cuti ketidakhadiran," kata dia.

Baca juga: Seibu Hire Tidak Menggunakan Subsidi Pemerintah Jepang untuk Tunjungan Cuti

Di Tokyo pada tanggal 19 April kemarin, jumlah orang yang terinfeksi virus corona telah melebihi 400 sejak 25 Januari, dan infeksi terus menyebar, dan 58 orang telah dipastikan terinfeksi virus mutan baru corona.

Pemda Tokyo sedang mempertimbangkan untuk meminta pemerintah pusat mengumumkan keadaan darurat paling cepat minggu ini jika situasi infeksi terus memburuk, dan berharap dapat mengekang arus orang secara signifikan.

Dalam Pemerintah Metropolitan Tokyo, ada pandangan bahwa akan terlambat untuk menentukan dampak dari tindakan prioritas yang dimulai pada tanggal 12 April 2021 yang mengarah pada penyebaran infeksi yang cepat seperti gelombang ketiga.

Grafik perubahan penyediaan vaksin untuk Jepang sebelum dan sesudah pembicaraan PM Yoshihide Suga dengan CEO Pfizer di Amerika Serikat, Minggu (18/4/2021).
Grafik perubahan penyediaan vaksin untuk Jepang sebelum dan sesudah pembicaraan PM Yoshihide Suga dengan CEO Pfizer di Amerika Serikat, Minggu (18/4/2021). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Tindakan prioritas selama ini tampaknya tidak mempan untuk menekan jumlah penyebaran infeksi di Tokyo," papar sumber Tribunnews.com di Pemda Tokyo, Selasa (20/4/2021).

Sebelum liburan Golden Week mulai minggu depan, ketika orang-orang akan lebih aktif karena mudik dan bepergian, ibu kota akan melangkah lebih jauh dari permintaan waktu singkat yang saat ini dilakukan ke restoran, termasuk permintaan cuti ke industri lain.

"Kami akan buru-buru membuat penyesuaian sambil mendengarkan pendapat para ahli, apakah kami bisa mengambil tindakan yang jauh lebih tegas atau tidak," katanya.

Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja asli di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved