Breaking News:

Virus Corona

Layanan Kesehatan di India Hampir Runtuh Dihantam Gelombang Covid-19 Ke-2, Pejabat: Seperti Tsunami

Layanan Kesehatan di India hampir runtuh, ketika gelombang virus corona kedua melanda negara itu sejak Maret 2021.

Tribun Palopo
Ilustrasi Covid-19. Layanan Kesehatan di New Delhi dan pusat kesehatan penting lainnya di seluruh India dilaporkan hampir runtuh, ketika gelombang virus corona kedua melanda negara itu sejak Maret 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Layanan Kesehatan di New Delhi dan pusat kesehatan penting lainnya di seluruh India hampir runtuh, ketika gelombang virus corona kedua melanda negara itu sejak Maret 2021.

Kasus infeksi Covid-19 di India tumbuh begitu cepat sejak saat itu.

Tanah kuburan untuk korban meninggal akibat virus corona kehabisan ruang, rumah sakit menolak pasien positif Covid-19, dan tak sedikit keluarga yang putus asa meminta bantuan lewat media sosial untuk mendapatkan tempat tidur dan obat-obatan.

Berdasarkan data dari worldometers.info, India menempati posisi kedua dengan jumlah infeksi terbanyak di dunia, per Kamis (22/4/2021) negara tersebut mencatat 15,9 juta infeksi.

Baca juga: 22 Pasien Covid-19 di India Tewas Gara-gara Tangki Oksigen Bocor, India Darurat Layanan Kesehatan

Baca juga: PM Jepang Batalkan Kunjungan ke India Maupun ke Filipina Selama Golden Week

ilustrasi Covid-19. Layanan kesehatan di seluruh India dilaporkan hampir runtuh, ketika gelombang virus corona kedua melanda negara itu sejak Maret 2021.
ilustrasi Covid-19. Layanan kesehatan di seluruh India dilaporkan hampir runtuh, ketika gelombang virus corona kedua melanda negara itu sejak Maret 2021. (Tribun Palopo)

Rabu (23/4/2021), India melaporkan 295.041 kasus virus corona dengan 2.023 kematian.

Angka tersebut merupakan kasus tertinggi dan peningkatan kematian tertinggi yang tercatat dalam satu hari sejak awal pandemi, menurut penghitungan CNN dari angka-angka dari Kementerian Kesehatan India.

"Volumenya sangat besar," kata konsulat paru senior di Rumah Sakit Lilavati di Mumbai, Jalil Parkar.

Rumah sakit tersebut pun terpaksa mengubah lobinya menjadi bangsal tambahan untuk pasien Covid-19.

"Ini seperti tsunami. Segalanya di luar kendali," kata Ramanan Laxminarayan, Direktur Pusat Dinamika Penyakit, Ekonomi dan Kebijakan di New Delhi.

"Tidak ada oksigen. Tempat tidur rumah sakit sulit ditemukan. Tidak mungkin mendapatkan tes. Anda harus menunggu lebih dari seminggu. Dan hampir setiap sistem yang dapat rusak dalam sistem perawatan kesehatan telah rusak," katanya.

Baca juga: Data Kematian di India Dianggap Tidak Sesuai Jumlah Mayat yang Dikremasi Akibat Covid-19

Baca juga: Epidemiolog : Lonjakan Kasus Covid-19 di India karena Faktor Perilaku dan Varian Corona Baru

Perdana Menteri India, Narendra Modi menyatakan bahwa India ingin damai namun siap perang jika ada provokasi dari China.
Perdana Menteri India, Narendra Modi menyatakan bahwa India ingin damai namun siap perang jika ada provokasi dari China. (Handout / PIB / AFP)
Halaman
12
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved