Breaking News:

Penanganan Covid

Pemerintah Jepang Pastikan Umumkan Deklarasi Darurat Covid-19 Besok

Markas penanggulangan pandemi corona akan dibuka pada tanggal 23 April siang untuk membuat keputusan.

Foto Richard Susilo
PM Jepang Yoshihide Suga di sidang parlemen, Jumat (19/3/2021). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah telah memutuskan untuk mengeluarkan deklarasi darurat (PSBB) berdasarkan Undang-Undang Tindakan Khusus Virus Corona ke empat prefektur yakni Tokyo, Osaka, Hyogo, dan Kyoto.

Markas penanggulangan pandemi corona akan dibuka pada tanggal 23 April siang untuk membuat keputusan.

"Saya telah membahas langkah-langkah di kediaman resmi dengan menteri terkait seperti Menteri Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Norihisa Tamura dan Menteri Revitalisasi Ekonomi Yasutoshi Nishimura. Saya ingin bekerja dengan pemerintah daerah untuk meneliti isinya dan buat keputusan pada akhir minggu ini mengenai deklarasi darurat," papar PM Yoshihide Suga, Rabu (21/4/2021).

Sebagai langkah baru, Prefektur Osaka sedang mempertimbangkan rencana untuk meminta restoran mengambil cuti libur, dengan kebijakan meminta fasilitas komersial besar dan fasilitas hiburan juga mengambil cuti.

Baca juga: Gubernur Ehime Jepang Menangis Terharu Saat Kotanya Dilewati Estafet Obor Olimpiade

Jangka waktu tersebut disesuaikan sekitar dua minggu dari tanggal 26 April hingga 9 Mei.

Deklarasi darurat tersebut akan diumumkan untuk ketiga kalinya setelah April tahun lalu dan Januari 2021.

Deklarasi untuk ketiga kalinya, tindakan yang lebih kuat Pemerintah telah menerapkan "langkah-langkah prioritas seperti pencegahan penyebaran" ke 10 prefektur, yang merupakan tahap sebelum deklarasi.

Namun kali ini PSBB yang yang dikeluarkan yang punya dasar hukum kuat termasuk melakukan denda bagi pelanggarnya.

Jumlah orang terinfeksi virus corona yang baru dilaporkan di Jepang pada tanggal 21 melebihi 5.000 untuk pertama kalinya dalam waktu sekitar 3 bulan, mencapai 5.292.

Prefektur Osaka mencatat rekor tertinggi 1.242 orang per hari, dan Prefektur Hyogo juga mencatat rekor tertinggi sebanyak 563 orang.

Baca juga: Asosiasi Pusat Perbelanjaan Jepang Tolak Libur Selama Deklarasi Darurat Minggu Depan

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved