Breaking News:

Virus Corona

Angka Riil Kasus COVID-19 di India Disebut 10 Kali Lebih Tinggi dari Laporan, 3-5 Mei Dapat Memuncak

Pakar medis sebut angka riil kasus COVID-19 di India jauh lebih tinggi dari laporan. Tim ilmuwan perkirakan infeksi dapat memuncak pada 3-5 Mei.

Narinder NANU / AFP
Anggota staf medis India membawa jenazah pasien Covid-19 - Pakar medis menyebut angka riil kasus COVID-19 di India jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan pemerintah. Tim ilmuwan perkirakan infeksi dapat memuncak pada 3-5 Mei 2021. 

Selain itu, kamar mayat serta krematorium telah dibanjiri karena negara tersebut terus menangani lonjakan kasus.

Setidaknya 11 negara bagian dan wilayah persatuan telah memberlakukan beberapa bentuk pembatasan untuk mencoba membendung infeksi.

Namun, Perdana Menteri Narendra Modi enggan memberlakukan penguncian nasional atau lockdown karena khawatir tentang dampak ekonomi.

Di sisi lain, seorang ahli epidemiologi dari Universitas Michigan, Bhramar Mukherjee, berpendapat, lockdown akan membantu mengurangi lonjakan kasus.

"Menurut pendapat saya, hanya tinggal di rumah secara nasional dan menyatakan (a) darurat medis akan membantu memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan saat ini," kata Bhramar Mukherjee.

Seorang pria berdiri di tengah pembakaran para korban yang kehilangan nyawa karena virus Corona Covid-19 di tempat kremasi di New Delhi India pada 26 April 2021.
Seorang pria berdiri di tengah pembakaran para korban yang kehilangan nyawa karena virus Corona Covid-19 di tempat kremasi di New Delhi India pada 26 April 2021. (Money SHARMA / AFP)

Diberitakan sebelumnya, lonjakan kasus COVID-19 kali ini adalah krisis terbesar di India sejak Modi menjabat pada 2014.

Modi telah dikritik karena tidak mengambil langkah untuk menghentikan penyebaran COVID-19.

Modi justru membiarkan jutaan orang berkerumun, yang sebagian besar tidak memakai masker, menghadiri festival keagamaan dan rapat umum politik yang ramai di lima negara bagian selama Maret dan April.

Sebuah forum penasihat ilmiah yang dibentuk oleh pemerintah memperingatkan para pejabat India pada awal Maret tentang varian baru yang lebih menular dari virus corona sebelumnya, kata lima ilmuwan yang merupakan bagian dari forum itu kepada Reuters.

Terlepas dari peringatan tersebut, empat ilmuwan mengatakan pemerintah federal tidak berusaha untuk memberlakukan pembatasan guna menghentikan penyebaran virus.

Halaman
1234
Penulis: Rica Agustina
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved