Breaking News:

Virus Corona

Ini Aksi Para Miliarder India Bantu Warga yang Terdampak Covid-19

banyak masyarakat India yang  memohon di media sosial agar bisa memperoleh tabung oksigen hingga makanan untuk orang tua mereka yang harus menjalani

Sanjay KANOJIA / AFP
Orang-orang menunggu untuk mengisi ulang tabung oksigen medis mereka untuk pasien Covid-19 di stasiun pengisian oksigen di Allahabad India pada 24 April 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, GUJARAT - India melaporkan rekor jumlah kasus baru positif virus corona (Covid-19) setiap harinya, ini membuat fasilitas medis dan krematorium negara itu telah mencapai batas maksimum.

Mirisnya, banyak masyarakat India yang  memohon di media sosial agar bisa memperoleh tabung oksigen hingga makanan untuk orang tua mereka yang harus menjalani isolasi maupun perawatan.

Sementara beberapa negara bagian telah memperpanjang masa pemberlakuan sistem penguncian (lockdown).

Di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa situasi ini dapat menjadi bencana bagi orang miskin dan sektor ekonomi yang lebih luas.

Dikutip dari laman deccanherald, Senin (3/5/2021), sejumlah miliarder pun akhirnya turun tangan dan ikut ambil bagian dalam upaya pemberian bantuan terhadap rumah sakit yang kini mengalami kelangkaan obat-obatan esensial, tempat tidur pasien hingga stok oksigen.

Perusahaan internasional pun turut bergabung dengan perusahaan serta taipan lokal dalam memberikan bantuan ke India.

Reliance Industries Ambani, perusahaan milik orang terkaya di Asia Mukesh Ambani mengalihkan oksigen untuk penggunaan medis dari kompleks penyulingan minyaknya.

Sementara Reliance Foundation, lembaga amal miliknya, juga menyiapkan fasilitas perawatan untuk pasien Covid-19.

Baca juga: Dokter Muda di India Bunuh Diri karena Depresi Tangani 7 hingga 8 Pasien Kritis Covid-19 Setiap Hari

Yayasan itu menyediakan 1.000 tempat tidur yang yang akan memberikan perawatan gratis kepada pasien yang menderita virus ini.

Sebuah laporan media lokal mengatakan bahwa setelah tsunami Covid-19 melanda India, Ambani telah terbang ke Jamnagar untuk mempercepat upaya bantuannya.

Bersama keluarganya, ia juga pindah sementara di kota yang terletak di negara bagian Gujarat itu.

Sedangkan Grup Adani, yang dimiliki orang terkaya kedua di India Gautam Adani, telah mengamankan pasokan oksigen dari Arab Saudi, Thailand dan Dubai (Uni Emirat Arab).

Perlu diketahui, perusahaan ini mengoperasikan terminal pelabuhan terbesar di India.

Begitu pula yang dilakukan raksasa perusahaan startup Byju's milik pengusaha Byju Raveendran.

Perusahaan ini telah menemukan cara untuk membantu 11.000 pekerjanya.

Ia pun membentuk CEO Fund untuk memenuhi biaya yang dibutuhkan staf rumah sakit.

Terkait pengadaan kebutuhan alat medis rumah sakit di India, ia telah mengkoordinasikan upaya bantuan untuk menyediakan tempat tidur, konsentrator oksigen serta obat-obatan.

Kemudian miliarder Sunil Vachani, Pendiri sekaligus Pimpinan Produsen ponsel pintar Dixon Technologies India Ltd., memutuskan untuk berlindung di dalam rumahnya di New Delhi bersama keluarga.

Ia pun menjalankan bisnisnya saat ini dari dalam rumahnya, karena dirinya berkomitmen untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dan tidak melakukan kontak dengan dunia luar.

Vachani juga mengawasi pusat komando yang didirikan oleh Dixon untuk menghubungkan antara karyawan dengan dokter dan fasilitas pengobatan.

Perlu diketahui, Dixon menyiapkan lini pabrik untuk memproduksi mesin RT-PCR pada tahun lalu untuk mendukung upaya pengujian Covid-19 di India.

Saat ini perusahaan tersebut ingin meningkatkan produksi alat tes itu serta mengimpor konsentrator oksigen yang akan mendarat dalam beberapa hari ke depan.

Hal yang sama dilakukan pula oleh miliarder sekaligus salah satu Pendiri raksasa IT Infosys Ltd., Kris Gopalakrishnan yang kini tengah mengupayakan bantuan bagi masyarakat India yang terdampak Covid-19.

Meskipun ia melakukan pemantauan distribusi bantuannya itu dari dalam rumahnya.

Karena dirinya bersama keluarga dan stafnya tengah mengisolasi diri dari dunia luar selama lonjakan signifikan kasus positif Covid-19 di negara itu.

"Saat orang menelepon anda dari ambulans di luar gerbang rumah sakit, itu sangat menyedihkan. Dan anda harus melakukan yang terbaik untuk bisa membantu mereka. Dalam benak anda, mungkin muncul juga rasa bersalah 'apakah anda telahmengambil ranjang rumah sakit dari seseorang yang lebih membutuhkannya?," kata Gopalakrishnan melalui sambungan telepon.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved