Breaking News:

Krisis Myanmar

Ledakan Bom Parsel di Myanmar: 5 Orang Tewas, Termasuk Anggota Parlemen yang Dikudeta

Ledakan berasal dari bom parsel di Myanmar menewaskan lima orang di antaranya anggota parlemen yang dikudeta dan tiga personil polisi.

zoom-inlihat foto Ledakan Bom Parsel di Myanmar: 5 Orang Tewas, Termasuk Anggota Parlemen yang Dikudeta
ist
Ilustrasi ledakan

Tindakan kekerasan telah meningkat sejak kudeta, dengan ratusan dilaporkan terbunuh oleh pasukan keamanan, yang mencoba memadamkan aksi protes aktivis pro-demokrasi di kota-kota dan pedesaan.

Milisi etnis juga telah mendukung penentangan terhadap junta, dan militer memerangi kelompok-kelompok ini di pinggiran Myanmar.

Pada hari Senin, Tentara Kemerdekaan Kachin, sebuah kelompok pemberontak etnis, mengatakan telah menembak jatuh helikopter militer saat pertempuran di wilayah perbatasan utara dan timur negara itu.

Media domestik juga melaporkan bahwa seorang pejabat pemerintahan lokal yang ditunjuk junta telah ditikam sampai mati di kota utama, Yangon.

Baca juga: Ditahan Otoritas Myanmar Sejak 2018, Nelayan Asal Aceh Jamaluddin Akhirnya Dipulangkan ke Tanah Air

Kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) mengatakan pasukan keamanan telah menewaskan sedikitnya 766 warga sipil sejak kudeta.

Junta membantah angka itu dan mengatakan setidaknya 24 anggota pasukan keamanan telah tewas selama aksi protes.

Reuters tidak dapat memverifikasi jumlah korban karena pembatasan kekebasan  dilakukan terhadap media oleh junta. Banyak wartawan ada di antara ribuan orang yang  ditahan.

Suu Kyi, 75 tahun, telah ditahan sejak kudeta bersama dengan banyak anggota partainya lainnya.

AAPP mengatakan lebih dari 3.600 orang saat ini berada dalam tahanan karena menentang militer.(Reuters)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved