Breaking News:

Anggota Kongres AS Minta Biden Tambah Bantuan untuk Krisis India Inbox

Ross menekankan bahwa krisis yang terjadi di India merupakan duka bagi banyak negara di dunia.

Money SHARMA / AFP
Seorang pria berdiri di tengah pembakaran jasad para korban yang kehilangan nyawa karena virus Corona Covid-19 di tempat kremasi di New Delhi India pada 26 April 2021. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Mengekspresikan keprihatinan terkait lonjakan besar kasus virus corona (Covid-19) di India, seorang perempuan anggota Kongres Amerika Serikat (AS), Deborah Ross telah menulis surat kepada Presiden AS Joe Biden.

Ia mendesak Biden untuk mempercepat bantuan alat medis AS ke India, seperti tabung oksigen, ventilator, mesin BiPAP, dan cadangan vaksin yang dimiliki AS.

"Berminggu-minggu, saya telah mendengar cerita dari konstituen yang mengkhawatirkan kesehatan dan keselamatan anggota keluarga mereka di India.

Baca juga: Di India, RT-PCR Tidak Diperlukan Untuk Perjalanan Antar Negar Bagian

Mereka khawatir orang yang mereka cintai tidak mendapatkan oksigen atau perawatan yang dibutuhkan, karena rumah sakit kewalahan dan sistem perawatan kesehatan di sana yang hampir runtuh," kata Ross, dalam sebuah suratnya kepada Biden.

Dikutip dari laman The Times of India, Rabu (5/5/2021), dalam surat itu, Ross pun berterima kasih kepada Biden karena telah mengirimkan bantuan darurat senilai lebih dari 100 juta dolar AS ke India.

Baca juga: Varian Baru Covid-19 India dan Afsel Ditemukan di Jakarta, Wagub DKI: Jangan Mudik

"Pengiriman oksigen, Alat Pelindung Diri (APD), alat tes diagnostik dan terapi cepat menjadi bukti dukungan AS untuk India setelah tujuh dekade kemitraan antara kedua negara," tegas Ross.

Ross menekankan bahwa krisis yang terjadi di India merupakan duka bagi banyak negara di dunia.

"Saat India terus memerangi lonjakan ini, saya harap anda mempertimbangkan untuk menyediakan pengiriman tambahan tabung oksigen, konsentrator oksigen, pabrik pembangkit oksigen, remdesivir, tocilizumab, dan mesin ventilator atau BiPAP," pungkas Ross.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved